Jakarta (ANTARA) - Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat merekayasa arus lalu lintas kendaraan yang mengarah ke Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, karena aksi buruh menyampaikan pendapat di muka umum pada Kamis.

Rekayasa lalu lintas dilakukan seiring dengan aksi unjuk rasa oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) serta serikat buruh lainnya di sekitar Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.

Baca juga: TNI-Polri apel pengamanan unjuk rasa pada dua lokasi di Jakarta

"Untuk (jalan) yang lingkungan mengarah ke Istana ditutup kecuali tentatif pejabat mau ke situ enggak apa-apa," kata Kepala Satuan Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Polisi Purwanta di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, pengalihan jalan juga akan dilakukan secara situasional, yakni kawasan Bundaran Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat baik mengarah ke Harmoni maupun Bundaran HI.

Polisi pun memperkirakan jumlah massa dalam unjuk rasa ini mencapai 6.000 orang.

"Hari ini demo kurang lebih 6.000. Kalau memungkinkan, (jalan) akan ditutup lebih awal," tutur Purwanta.

Baca juga: DKI berkolaborasi untuk gelar kegiatan sosial peringati May Day

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat AKP Sam Suharto menjelaskan sebanyak 2.645 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa pada dua lokasi.

Adapun aksi buruh ini dipicu oleh kenaikan UMP 2022 yang dinilai sangat kecil, setelah diumumkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Buruh menilai penetapan UMP 2022 itu tidak memperhitungkan kondisi ekonomi dan inflasi.

Berdasarkan data, UMP 2022 terbesar adalah di DKI Jakarta sebesar Rp4.452.724. Kenaikan UMP Jakarta 2022 hanya sedikit, karena 2021 UMP Jakarta sebesaar Rp4.416.186.

Baca juga: Petugas gabungan kawal aksi buruh di Kemenakertrans