Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meminta kalangan perbankan membantu kebutuhan kredit perumahan segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Minggu, mengatakan, perbankan diminta terus membantu memperkecil kekurangan perumahan bagi masyarakat dengan mempermudah akses untuk mendapatkan rumah layak huni yang terjangkau.

Untuk itu, Pemprov mengapresiasi langkah yang diambil Bank BTN melalui program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang menyediakan rumah KPR Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dampak positif dari program yang dikeluarkan Bank BTN ini akan memperkecil kekurangan atau deadlock perumahan layak huni bagi masyarakat Sumsel.

Tentu program ini akan berkelanjutan. Ini tidak akan berpusat di Palembang saja. Tetapi akan turut dilakukan di kabupaten/kota di Sumsel, ujar dia.

Pemprov menargetkan penyediaan KPR bagi MBR ini bisa mencapai 5.000 unit yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Sekda Provinsi Sumsel SA Supriono menambahkan, setelah terpenuhinya hunian yang baik maka penyedia air bersih, listrik dan jalan menjadi fokus utama yang akan dilakukan pemerintah.

"Perumahan yang mengusung tema Go Green, itu yang sangat baik sekali,” kata dia.

Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, sebanyak 2.150 masyarakat melakukan akad kredit secara serentak pada Sabtu (20/11/21).

Diharapkan program ini bisa membantu masyarakat Sumsel memiliki rumah yang diinginkan, yakni rumah yang baik dan lingkungan yang baik.

"Rumah MBR ini harus segera dihuni, jika tidak dihuni, maka akan dikembalikan dan disalurkan ke masyarakat lainnya. Ini memang menjadi aturan mainnya," kata dia.

Ia menilai, program rumah subsidi ini merupakan inisiatif dari Bank BTN. Apalagi program ini mendorong pemilik rumah untuk menanam satu pohon.

Inisiatif ini mendorong pemilik rumah agar turut mewujudkan rumah ramah lingkungan, ini terus kita dorong agar ke depannya agar semua rumah MBR memiliki sertifikat Green, kata dia.

Sementara itu, Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwadi Gafar menambahkan, secara serentak ada 2.150 unit rumah yang melakukan akad secara nasional termasuk Sumsel.

Ini sebagai bentuk kerkomitmen yang dilakukan Bank BTN menyalurkan rumah susbsidi. Semua akan terealisasi pada kahir November 2021 ini, kata dia.