Jakarta (ANTARA) - Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengganti nama Komite Wanita dan Olahraga atau Women and Sports Committee menjadi Komite Kesetaraan Gender (Gender Equity Committee).

Penggantian nama ini setelah mendapat dukungan besar dari Komite Olimpiade Nasional (NOC) di Asia dalam Majelis Umum OCA ke-40 di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu.

Usulan perubahan nama telah diajukan oleh ketua panitia, Sheikha Hayat binti Abdulaziz Al-Khalifa dari Bahrain, sehari sebelum pertemuan Dewan Eksekutif OCA.

"Kami ingin mengganti nama Komite Wanita dan Olahraga sehingga akan mendorong lebih banyak pria untuk berpartisipasi dalam komite ini,” kata Sheikha Hayat seperti dilansir laman resmi OCA, Minggu.

Dalam Majelis Umum, Direktur Jenderal OCA Dr. Husain Al-Musallam meminta anggota untuk memberikan suara pada perubahan nama dan hasilnya anggota dalam pertemuan itu sepakat mengubah nama menjadi Komite Kesetaraan Gender.

Baca juga: OCA: 2022 menjadi tahun yang sibuk untuk olahraga di Asia

Sheikha Hayat juga menyerukan NOC untuk mendorong pengembangan akar rumput bagi perempuan dalam olahraga. "Kita harus memiliki strategi berkelanjutan yang berfokus pada pengembangan akar rumput untuk perempuan dan saya meminta semua NOC untuk mendukung langkah ini. Bergandengan tangan kita akan mencapai tujuan," katanya.

Dalam laman resmi OCA, komite ini terdiri dari satu ketua dan lima anggota. Tugasnya bertanggung jawab membantu pengembangan kegiatan perempuan dan pada kesempatan lain yang mungkin didukung oleh Dewan. Selain itu juga menekankan pentingnya perempuan dalam olahraga dan untuk membantu promosinya di antara NOC di Asia.

Lalu bekerja sama dengan organisasi olahraga yang ada dan membantu membentuk organisasi lain di Asia dan juga membina dan mempromosikan nilai-nilai olahraga di kalangan perempuan.

Baca juga: Presiden IOC: Negara di Asia berperan penting memajukan dunia olahraga
Baca juga: OCA sebut persiapan Asian Games Hangzhou 2022 berjalan tanpa hambatan