Cilacap (ANTARA News) - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Semarang, Jawa Tengah, hingga Sabtu siang masih menyelidiki kasus kebakaran di Pertamina Refinery Unit IV Cilacap.

Dari pantauan wartawan ANTARA di depan Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, sejumlah petugas dari Labfor Cabang Semarang dan Pusat Labfor Mabes Polri tampak berada kompleks tangki 31 T-2, 31 T-3, dan 31 T-7 yang terbakar pada 2-6 April 2011.

Tidak bisa dipastikan apa saja yang dilakukan petugas Labfor di tempat itu karena wartawan hanya diperbolehkan meliput dari luar area Pertamina RU IV Cilacap.

Beberapa saat kemudian, tim Labfor meninggalkan kompleks tangki yang terbakar tersebut menuju "Crisis Center" di gedung Patra Graha Pertamina RU IV Cilacap.

Informasi yang dihimpun ANTARA, petugas Labfor belum bisa melakukan reka peristiwa atau polisi menyebutnya "Olah TKP", secara maksimal karena kondisi tangki masih panas pasca pemadaman meskipun tidak lagi mengeluarkan asap.

"Labfor masih melakukan olah TKP yang diperkirakan membutuhkan waktu satu minggu," kata seorang polisi berpakaian preman.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Darmoko menyatakan Olah TKP baru bisa dilaksakan karena Pertamina telah menyatakan kondisi tiga tangki tersebut sudah aman.

Selain Labfor dan Puslabfor, kata dia, penyelidikan penyebab kebakaran tersebut juga dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil dari Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).

"Ada sekitar 20 orang yang terlibat dalam olah TKP tersebut," katanya.(*)

KR-WSN*KR-SMT/K005