Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat milad ke-109 Muhammadiyah dan mengapresiasi kiprah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu yang telah memberi contoh akan pentingnya menebar kepedulian.

"Saya ucapkan selamat milad ke-109. Terus tebar bakti, terima kasih Muhammadiyah," ujar Yaqut dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Yaqut mengatakan Muhammadiyah telah memberikan contoh dan teladan tidak hanya kepada umat Islam, tapi juga masyarakat umum tentang pentingnya bakti dan kepedulian terhadap sesama.

Baca juga: Presiden Jokowi apresiasi kontribusi Muhammadiyah saat pandemi

Baca juga: Haedar Nashir: Bangsa Indonesia harus bangkit dari pandemi


Melalui semangat Al-Ma’un, semangat memangkas kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang diajarkan KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah terus menebar bakti dan peduli, bahkan di tengah pandemi COVID-19.

Di tengah pandemi COVID-19, kata dia, kepedulian menjadi kata kunci agar bangsa Indonesia dapat bertahan dan terus menjaga kesejahteraan umat. Muhammadiyah terus berkhidmat menebar manfaat dan bersama-sama membangun optimisme umat.

"Selamat milad ke-109 Muhammadiyah," kata dia.

Senada dengan Yaqut, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Fuad Nasar mengatakan Muhammadiyah telah menjadi unsur peradaban bangsa. Muhammadiyah melalui karya dan pengabdian para pemimpinnya telah berjasa dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mempertahankan, dan mengisinya hingga sekarang.

"Dalam rentang waktu begitu panjang dan episode sejarah yang gemilang, Muhammadiyah telah membina kecerdasan, kesehatan dan kesejahteraan jutaan anak bangsa melalui lembaga pendidikan, rumah sakit dan amal usaha Muhammadiyah di seluruh wilayah Indonesia dan sampai ke luar negeri," kata dia.

Baca juga: Wakil Ketua MPR harap Muhammadiyah tetap semai gagasan moderasi Islam

Menurutnya, salah satu karakter termahal yang disumbangkan Muhammadiyah kepada bangsa Indonesia adalah kepeloporan dalam membangun kemandirian umat dan mengembangkan sikap keberagamaan yang washatiyyah (jalan tengah, moderat).

"Semoga menapak usia 109 tahun miladiyah Muhammadiyah semakin kokoh dalam mengibarkan panji-panji ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniah, dan ukhuwah insaniyah," kata dia.