Meulaboh (ANTARA) - Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS mendukung secara penuh pembentukan perpustakaan dan klinik Pancasila di Lembaga Pemasyarakatan di Aceh oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan semangat Pancasila bagi masyarakat khususnya warga binaan.

Ia menilai, keberadaan perpustakaan pada lembaga pemasyarakatan, mempunyai peranan sebagai sumber untuk memperoleh informasi edukatif, pengetahuan keagamaan, serta pendidikan etika moral bagi warga binaan.

Baca juga: BPIP resmikan perpustakaan dan klinik Pancasila 19 lapas di Aceh

“Dengan adanya perpustakaan ini, warga binaan juga akan terbiasa membudayakan literasi dengan banyaknya buku yang tersedia, seperti buku bertemakan perjuangan tokoh bangsa, hingga bacaan terkait Pancasila,” kata Ramli MS di Meulaboh, Ahad.

Penegasan ini ia sampaikan saat menghadiri peresmian perpustakaan dan klinik Pancasila di Lembaga Pemasarakatan Kelas II Meulaboh, oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Prof Yudian Wahyudi.

Menurutnya, literasi dan perpustakaan akan mendorong lahirnya lebih banyak warga binaan yang pancasilais, karena memiliki kemampuan integrasi sosial yang semakin baik.

Ia mengatakan, penggunaan perpustakaan sebagai bagian dari proses rehabilitasi di dalam lapas, juga akan memberikan dampak yang besar, yakni mendukung perubahan perilaku warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Hadirnya perpustakaan Pancasila juga akan mendorong transformasi dan mencegah pengulangan tindakan kriminal, yakni melalui buku dan sastra,” kata Ramli MS.

Selaku pemerintah daerah, kata Ramli MS, dirinya berharap kehadiran perpustakaan Pancasila dapat menjadi gerakan nasional, dan contoh bagi seluruh lapas dan rutan di Indonesia.

Ia juga berharap agar tidak hanya melalui perpustakaan, akan tetapi lembaga pemasyarakatan dapat melaksanakan kegiatan kolaboratif untuk membumikan nilai-nilai Pancasla, baik di dalam lapas maupun di luar lapas.

“Semoga peresmian perpustakaan Pancasila ini, menjadi penyemangat bagi petugas lapas dalam melakukan pembinaan bagi warga binaan,” katanya.

Ramli MS juga berpesan kepada warga binaan bahwa lapas bukanlah akhir dari segalanya, melainkan menjadi awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, katanya.

Baca juga: Kongres Santri Pancasila perdana digelar di Aceh