Jakarta (ANTARA) - Asdep Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Elvi Hendrani mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan dengan terjun langsung ke lokasi bencana untuk menangani pengungsi perempuan dan anak yang tidak mampu ditangani oleh pemerintah kabupaten/kota.

"Pada waktu pemerintah daerah tidak bisa melakukan sendiri, mereka masih bingung dan memerlukan kami, maka kami datang," kata Elvi Hendrani saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bagi daerah-daerah yang sudah mampu menangani pengungsi perempuan dan anak di daerahnya, pihaknya akan berkoordinasi dan memberikan instruksi melalui telepon dan pesan singkat.

"Untuk daerah-daerah yang sudah bisa melakukan sendiri, maka kami hanya tinggal memberikan instruksi lewat telepon, WA (WhatsApp)," katanya.

Beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menangani bencana, kata dia, adalah melakukan pendataan terhadap perempuan dan anak di lokasi pengungsian dan mendirikan pos ramah perempuan dan anak.

"Pos ramah perempuan dan anak sebagai pos untuk aktivitas termasuk sebagai tempat pengaduan untuk perempuan dan anak dan untuk memastikan bantuan-bantuan dan tempat koordinasi antarlembaga yang terlibat dalam perlindungan perempuan dan anak," katanya.

Elvi mencontohkan saat terjadi bencana banjir bandang di Kota Batu, Jawa Timur, pemerintah daerah setempat sudah mampu untuk membuat pos ramah perempuan dan anak sehingga pihaknya hanya perlu berkoordinasi terkait tugas-tugas yang harus mereka lakukan.

Salah satu upaya untuk menambah jumlah SDM yang terlatih dalam penanganan bencana, KPPPA menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis untuk melatih para relawan daerah.

"Jadi di pusat, kami mengadakan pelatihan tapi pesertanya relawan daerah," katanya.

Pada tahun 2021 ini KPPPA telah menggelar empat kali bimbingan teknis untuk para sukarelawan, demikian Elvi Hendrani.


Baca juga: Menteri PPPA: Perempuan-anak harus diutamakan dalam penanganan bencana

Baca juga: Menteri PPPA ajak gotong royong penuhi hak perempuan-anak korban gempa

Baca juga: Komnas Perempuan: Pengungsi Nduga rentan terhadap kekerasan

Baca juga: Menteri PPPA pastikan perempuan-anak aman dan nyaman di pengungsian