Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Dua desa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diterjang banjir bandang setelah turun hujan deras selama beberapa jam di wilayah tersebut, Kamis.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana itu. Namun sedikitnya tujuh kepala keluarga (KK) atau sekitar 30 jiwa terdampak. Tujuh unit rumah bahkan sempat terendam banjir dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 20-50 centimeter.

Dua desa yang diterjang banjir bandang itu adalah Desa Pagerejo Kecamatan Ngadirojo dan Desa Belah Kecamatan Donorojo.

Baca juga: Banjir rob landa pantai selatan Tulungagung hingga Pacitan

"Pacitan dari malam hingga pagi hujan dengan intensitas sedang, kemudian terjadi penyumbatan pada selokan, sehingga mengalami kenaikan debit air dan meluap ke jalan dan pemukiman penduduk," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Didik Alih Wibowo, sebagaimana rilis yang dikirim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

​​​​​​"Meskipun sempat banjir, namun hanya terjadi sesaat karena hujan sudah reda dan langsung dilakukan pembersihan," lanjut Didik.

Pihak BPBD Kabupaten Pacitan terus mengupayakan penanganan dengan berkoordinasi dengan dinas terkait dan perangkat desa setempat untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Mulai dari melakukan "assessment", melakukan pembersihan sisa material dan mendistribusikan logistik kepada masyarakat terdampak.

Baca juga: Puluhan keluarga bertahan di pengungsian pascabanjir bandang Pacitan

Mereka juga telah membentuk tim yang ditempatkan di tiap kecamatan yang berada di Kabupaten Pacitan guna melakukan penanganan bencana tahap awal.

"BPBD membentuk Agen Siaga Bencana yang beranggotakan BPBD dan relawan lokal yang di tempatkan pada masing-masing kecamatan dengan tugas untuk mengedukasi dan melakukan penanganan bencana jika terjadi bencana di daerahnya. Mereka telah dibekali dengan pengetahuan evakuasi dan pengetahuan bencana," kata Didik.
Warga berusaha menyeberangi banjir bandang yang melanda di desa Pagerejo kecamatan Ngadirojo dan desa Belah kecamatan Donorojo, Pacitan. (ANTARA/HO - BPBD Pacitan)


Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat pada pagi hari di beberapa wilayah di Jatim.

Baca juga: PMI Jaktim gelar vaksinasi COVID-19 di lokasi rawan banjir

Kabupaten/kota yang diprakirakan dilewati angin basah itu adalah Pacitan, Surabaya, Mojokerto, Gresik, Pulau Bawean, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bangkalan dan Pamekasan.

Pada siang hingga sore hari akan terjadi di wilayah Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Pamekasan.

Sedangkan pada dini hari ada potensi terjadi di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Bawean, Lamongan, Bangkalan, Sampang dan Sumenep.

Baca juga: Kota Batu diminta waspadai potensi banjir bandang lain

Kemudian hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat berpotensi akan terjadi pada Sabtu (13/11), di pagi hari di wilayah Lamongan, Tuban, Jombang, Nganjuk, Madiun, Malang, Batu, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Bangkalan.

Kemudian siang hingga sore hari di wilayah Lamongan, Tuban, Nganjuk, Madiun, Madiun, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Kediri, Malang, Batu, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember dan Situbondo.

Pada malam hari di wilayah Malang. Serta dini hari ada kemungkinan terjadi di wilayah Tuban, Ponorogo, Trenggalek, Probolinggo, Probolinggo dan Situbondo.

Baca juga: Banjir di Serdang Bedagai Sumut rendam empat kecamatan