Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan pelatihan kewirausahaan kepada perempuan, khususnya perempuan rentan dan prasejahtera agar mereka bisa memiliki keterampilan yang dapat menopang hidupnya..

Hal ini disampaikan Menteri Bintang dalam siaran pers, Rabu terkait kunjungannya ke Pondok Boro, Kelurahan Trimulyo, Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Konsep hulu hilir harus menjadi pertimbangan kita, terutama terkait market yang sedang diminati. Itulah yang harus kita latih sehingga aktivitas mereka tidak sia-sia dan bisa menjadi motivasi hidup," ujar Menteri Bintang.

Baca juga: Menteri Bintang ajak generasi muda teladani Roehana Koeddoes

Saat ini, terdapat 37 keluarga yang tinggal di Pondok Boro, termasuk 14 perempuan kepala keluarga dan 61 anak yang pada umumnya bekerja sebagai buruh pasar.

Sebelumnya, para penghuni Pondok Boro tinggal di lahan kosong yang dipenuhi dengan tumpukan sampah.

"Berbagai permasalahan satu demi satu telah terurai. Sebelumnya, ibu-ibu sekalian harus tinggal di tumpukan sampah, sekarang sudah disiapkan tempat. Kemudian ibu-ibu dan keluarga tidak mendapatkan pendampingan jaminan sosial karena tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil karena tidak memiliki nomor induk kependudukan. Saat ini sedang dicarikan solusi oleh Pemerintah Kota Semarang. Kalau saya melihat dari data, banyak di antara penghuni yang bukan warga asli Semarang, tetapi tentunya tetap menjadi warga Indonesia yang berhak mendapatkan pendampingan bantuan jaminan sosial," kata Menteri Bintang.

Sementara Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi mengatakan dengan direlokasinya para perempuan, anak dan keluarga ke Pondok Boro diharapkan dapat memberikan kehidupan yang lebih layak, termasuk dalam hal pendidikan anak.

"Untuk pendidikan, anak-anak sudah dipindahkan ke sekolah yang baru. Ini yang menjadi tanggung jawab kita semua antara kami Pemerintah Kota Semarang, dibantu juga dengan pihak ketiga. Keterlibatan berbagai pihak untuk supaya para ibu ini menjadi ibu yang mandiri dan berdaya sehingga dapat mendidik anak-anaknya menjadi anak yang baik," ujar Krisseptiana.

Baca juga: Kemen PPPA komitmen hapus kekerasan seksual perempuan-anak
Baca juga: Kesejahteraan pekerja perempuan sektor seni akan ditingkatkan