Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapannya mendukung proses percepatan uji klinis Vaksin Merah Putih buatan Universitas Airlangga mulai dari tahap pertama hingga tahap ketiga.

Khofifah, saat menghadiri acara Sidang Terbuka Dies Natalis ke-67 Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Selasa, menjelaskan bahwa saat ini pelaksanaan uji klinis Vaksin Merah Putih masih menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca juga: Menkes berharap vaksin Merah Putih bisa diproduksi semester kedua 2022

Kerja sama akan dilaksanakan oleh tiga pihak yang terdiri atas Unair, PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo di Surabaya.

Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unair tersebut mengatakan bahwa hingga saat ini sudah cukup banyak yang mendaftar sebagai relawan untuk uji klinis vaksin.

"Jadi, tempat untuk uji klinis bagi para relawan adalah di RSUD Dr. Soetomo, sehingga kita juga menjadi bagian dalam percepatan pelaksanaan uji klinis Vaksin Merah Putih tahap pertama, tahap kedua, dan tahap ketiga," ucap Khofifah.

Gubernur wanita pertama di Jatim itu berharap seluruh pihak dapat memberikan semangat untuk proses pengembangan vaksin, terlebih besok bertepatan dengan 10 November.

"Sebagai Ketua Ikatan Alumni Unair, saya bangga dengan Unair yang telah memberikan persembahan terbaik bagi negeri ini untuk memberikan perlindungan dan keselamatan kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata dia.

"Saya tegaskan kembali bahwa saya akan menjadi orang yang berdiri di depan untuk mendorong suksesnya uji klinis vaksin tahap pertama, kedua, dan ketiga," tambah Khofifah.

Baca juga: Unair serahkan "seed" Vaksin Merah Putih untuk dilakukan uji klinis

Baca juga: Vaksin Merah Putih akan difungsikan sebagai penguat


Sementara itu, Rektor Unair Prof Muhammad Nasih menegaskan bahwa Vaksin Merah Putih merupakan kontribusi Unair pada Indonesia.

Unair telah menyerahkan seed Vaksin Merah Putih kepada PT. Biotis Phrmaceuticals Indonesia untuk selanjutnya dilakukan uji klinis.

"Karena seed vaksin sudah kami sampaikan ke PT. Biotis, tahap berikutnya adalah produksi dalam skala piloting," ujar Prof Nasih.