Jakarta (ANTARA) - Jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Khusus COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Minggu (7/11), sebanyak 139 orang, bertambah lima orang dibandingkan Sabtu (6/11).

"Pasien rawat inap terkonfirmasi positif (COVID-19) di Tower 4, 5, 6 dan 7 sebanyak 139 orang, sementara jumlah semula (satu hari sebelumnya) 134 orang. Ada penambahan lima pasien rawat inap," kata kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Kolonel Marinir Aris Mudian di Jakarta, Minggu, dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga menyampaikan terhitung sejak 23 Maret 2020 sampai 7 November 2021 jumlah pasien yang dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet sebanyak 128.843 orang.

Baca juga: Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 127.017 orang
Baca juga: Pasien rawat inap di Wisma Atlet bertambah enam orang
Baca juga: Sebanyak 126.925 pasien RSD Wisma Atlet sembuh dari COVID-19


Dari jumlah itu, 127.066 pasien COVID-19 sembuh dan keluar dari rumah sakit, sementara 1.042 pasien dirujuk ke rumah sakit lain.

Kepala penerangan Kogabwilhan I TNI mencatat pasien meninggal di RS Darurat Wisma Atlet per 7 November 2021 ada 596 orang.

Dalam kesempatan yang sama, Aris juga menyampaikan perkembangan situasi di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Jumlah pasien rawat inap di RSKI Pulau Galang per Minggu, sebanyak 114 orang.

"Pasien rawat inap ada 114 orang, yang di antaranya 73 orang pria dan 41 perempuan. 114 pasien itu seluruhnya terkonfirmasi positif COVID-19," kata Aris sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya.

Kepala penerangan Kogabwilhan I TNI itu mencatat dalam 24 jam terakhir tidak ada penambahan dan pengurangan jumlah pasien rawat inap di RSKI Pulau Galang.

"Pasien rawat inap per 7 November 2021 sebanyak 114 orang, semula (satu hari sebelumnya) 114 orang," kata dia.

Terhitung sejak 12 April 2020 sampai 7 November 2021, RSKI Pulau Galang menerima total 17.284 pasien. Dari jumlah itu, 17.127 pasien telah selesai isolasi, dan 42 pasien dirujuk ke rumah sakit lain, terang Kolonel Marinir Aris Mudian, Minggu.

RSKI Pulau Galang melaporkan sampai 7 November 2021 ada satu pasien wafat akibat COVID-19.