Jakarta (ANTARA) - Start up yang berfokus pada pendidikan berbasis digital, Eureka Edutech akan menggelar seminar pendidikan nasional pada 29 Oktober 2021 secara offline di kawasan Menteng, Jakarta Pusat dengan menerapkan protokol kesehatan, menghadirkan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Billy Mambrasar dan Robinson Sinurat.

Seminar pendidikan digelar untuk membahas Asesmen Nasional yang merupakan salah satu bentuk digitalisasi bidang pendidikan, pengganti Ujian Nasional (UN) walau tidak bisa digunakan sebagai standar kelulusan seperti UN. Ujian pada Asesmen Nasional berbasis komputer dan menggunakan jaringan internet untuk mengaksesnya.

Baca juga: Gus Sholah desak anggaran pendidikan di kementerian agama ditambah

"Kami menghadirkan Billy dan Robinson karena pengabdian mereka sejauh ini sangat baik pada pendidikan Indonesia," kata pihak Eureka melalui siaran persnya, Kamis.

Selain menjabat sebagai Stafsus Presiden, Billy diketahui menjadi Founder Kitong Bisa Foundation. Sebelumnya, pria lulusan The Australian National University itu pernah menerima beasiswa LPDP dan AAS.

Setali tiga uang dengannya, Robinson yang lulusan dari Columbia University juga penerima beasiswa LPDP. Founder Mimpi Besar itu pernah menjabat sebagai Staf Presiden Republik Indonesia pada Februari 2020-Juni 2020.

Billy akan hadir sebagai virtual melalui video memberikan pesan pemacu semangat bagi para pelajar agar dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, seperti pola belajar di masa pandemi COVID-19 dan tes Asesmen Nasional.

Sementara itu, Robinson dijadwalkan hadir secara langsung di lokasi acara dan akan berbincang santai dalam bentuk talkshow bertema "Menyongsong Perubahan Kebijakan Pendidikan Terbaru Terkait Asesmen Nasional".

Baca juga: Pendidikan sejarah harus dilakukan secara bertahap, sebut sejarawan

Seminar nantinya dihadiri guru-guru SMA yang berasal dari sektor negeri maupun swasta, pelajar sekolah se-Indonesia, dan beberapa komunitas pemuda serta aktivis pendidikan di Indonesia.

Selain seminar, pihak Eureka Edutech juga akan meluncurkan aplikasi pendidikan yang berfokus pada literasi dan numerasi. Dua hal ini termasuk subjek dengan skor terendah dalam penilaian PISA tahun 2018.

PISA merupakan program Organization of Economic Co-operation and Development (OECD) yang merupakan inter-governmental organisasi yang memiliki misi untuk mewujudkan perekonomian global yang kuat, bersih, dan berkeadilan (a stronger, cleaner, fairer world economy).

OECD bertujuan mengevaluasi sistem pendidikan di berbagai negara. PISA menjadi landasan diselenggarakannya Asesmen Nasional.

Aplikasi Eureka Edutech memuat sejumlah fitur untuk merekam jejak aktivitas, daily question, artikel ilmiah, favorit, subyek pembelajaran, latihan soal, dan simulasi ujian.

Pada subyek numerasi, materi yang disajikan yakni ketidakpastian dan peluang, data dan presentasinya, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, sistem persamaan linear dua atau tiga variabel, barisan aritmatika dan geometri, sifat fungsi kuadrat dan grafiknya, geometri dua dimensi, dan geometri tiga dimensi. Sedangkan pada subyek literasi, ada literasi fiksi dan literasi informasi.


Baca juga: Seminar nasional UMB di Bali dorong budaya mutu perguruan tinggi

Baca juga: Yayasan pendidikan Astra adakan seminar songsong era society 5.0