Surabaya (ANTARA News) - Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI meminta masukan kalangan perguruan tinggi di Tanah Air, termasuk Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, untuk mengritisi Rencana Strategis (Renstra) DPR RI 2010-2014.

"Perbaikan dan penyempurnaan Renstra diharapkan dapat mendukung proses reformasi institusi DPR," kata Wakil Ketua BURT DPE RI, Pius Lustrilanang, dari Fraksi Partai Gerindra kepada ANTARA News melalui surat elektroniknya dari Jakarta, Selasa.

Pius akan ke Unair (2/3) didampingi sembilan anggota BURT DPR, yakni Theresia E.E. Pardede (Fraksi Partai Demokrat), Alexander Litaay, Djuwarto (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/FPDIP), Abdul Hakim, Rohmani (Fraksi Parai Keadilan Sejahtera/FPKS), Muh Syafrudin (Fraksi Partai Amanat Nasional/FPAN), Iskandar D. Syaichu (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan/FPPP), Mohammad Toha (Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa/FPKB), dan Saleh Husen (Fraksi Partai Hanura).

"Kami sadar renstra yang sudah kami selesaikan jauh dari sempurna. Di sinilah pentingnya dukungan dari perguruan tinggi sebagai bentuk tanggung jawab untuk reformasi kelembagaan DPR RI," katanya.

Renstra merupakan perencanaan jangka menengah lembaga dalam menjalankan amanat tugas konstitusional yang menjadi arah dan pedoman bagi segenap unsur di lingkungan DPR RI.

Hal itu sesuai UU Nomor 25 Tahun 2004 yang menggariskan setiap kementerian/lembaga wajib memiliki Renstra.

Pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam Renstra DPR RI 2010-2014 antara lain visi, misi, tujuan, strategi, arah kebijakan, program dan kegiatan pokok serta indikator kinerja sesuai dengan tugas dan fungsi lembaga DPR dan bersifat indikatif.

"Sejauh ini, empat perguruan tinggi sudah menyampaikan masukan, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Pajajaran di Bandung, Universitas Brawijaya di Malang, Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin," katanya.

BURT DPR yang salah satu tugasnya menetapkan kebijakan kerumahtanggaan DPR RI akan melanjutkan proses sosialisasi Renstra dan membahasnya bersama para akademisi di Universitas Andalas, Padang dan Universitas Airlangga, Surabaya.

Ia berharap, kalangan perguruan tinggi dan segenap komponen bangsa lain terlibat dalam pembahasan Renstra DPR RI, sehingga timbul rasa memiliki sehingga upaya memperbaiki kinerja dan citra DPR RI mendapat dukungan masyarakat luas. (*)