Jakarta (ANTARA) - Digitalisasi aksara Kawi sebagai bagian upaya pelestarian budaya tanah air, khususnya Jawa, menemui kemajuan karena sekitar pertengahan tahun 2022 aksara itu akan masuk ke tabel Unicode.

Unicode merupakan standar teknologi informasi untuk mengkodean pemrograman komputer yang ditetapkan oleh Consorsium Unicode internasional. Aksara Kawi akan menjadi bagian dari daftar Unicode versi 15.0 yang akan diterbitkan pada pertengahan 2022.

Aksara-aksara Nusantara yang sudah masuk ke dalam tabel Unicode sebelumnya adalah aksara Jawa, Sunda, Bali, Batak, Rejang, dan Lontaraq, kata Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Pemasaran, dan Kerjasama PANDI, Heru Nugroho, dalam pernyataan resmi, dikutip Senin.

Baca juga: PANDI: Generasi muda harus jadi promotor UMKM di era digital

Baca juga: PANDI resmikan Indonesia Anti-Phising Data Exchange


"Kita bangga bahwa pengusung untuk digitalisasi aksara Kawi ke Unicode akhirnya dituntaskan oleh pribumi Indonesia. Meskipun diawali oleh seorang dari India, Anshuman Pandey, namun akhirnya disusun ulang dan dilengkapi oleh Ilham Nurwansah dan Aditya Bayu Perdana," kata Heru.

Menurut Ilham Nurwansah, aksara Kawi sebelumnya telah didaftarkan ke Unicode oleh Anshuman Pandey asal India. Namun, aksara Kawi yang didaftarkan ke Unicode belum lengkap karena Pandey kekurangan referensi untuk penelitian.

Pengajuan oleh Anshuman Pandey itu terjadi pada 2012, yaitu melalui Preliminary Proposal to Encode the Kawi Script. Tetapi aksara Kawi yang sudah terdaftar belum lengkap dan harus diperbaharui kembali, kata ungkap Ilham yang juga merupakan konsultan PANDI dalam program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN).

Ilham menjelaskan bahwa ia dan rekannya Aditya Bayu Perdana memperbaharui dan mengajukan kembali proposal Aksara Kawi ke Unicode pada September tahun 2020. Setelah pengajuan tersebut, Unicode merespons dan memberikan evaluasi dan catatan lalu revisi proposalnya dikirimkan kembali oleh keduanya pada Desember tahun yang sama.

Aditya Bayu Perdana mengatakan bahwa Unicode telah merespon secara tertulis dan secara intens melakukan rapat dengan Script Ad Hoc Unicode beberapa kali.

"Berdasarkan beberapa pertemuan Script Ad Hoc yang saya dan Ilham ikuti, beberapa proposal aksara Kawi sudah diusulkan dan diterima oleh Unicode, telah diterima dan direncanakan akan diterbitkan pada Unicode versi 15.0, berdasarkan dokumen Unicode Technical Committee (UTC),” jelas Aditya.

Baca juga: PANDI sudah serahkan dokumen pembakuan aksara daerah ke SNI

Baca juga: Penyelesaian sengketa merek dan nama domain didahului mediasi

Baca juga: Situs penjualan domain banggapakai.id diluncurkan