Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 876 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan pedagang kaki lima telah mengikuti program vaksinasi massal yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

"Yang divaksin sampai saat ini ada 876 orang. Itu sejak hari pertama program dimulai pada Senin kemarin," kata Kasatpol PP Jakarta Barat (Jakbar) Tamo Sijabat saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Tamo merinci data warga yang divaksin dari hari pertama program digelar. Pada Senin (18/10) tercatat ada 293 warga, Selasa (19/10) 273 warga dan Kamis sebanyak 320 warga.

Ratusan warga itu mendapat beberapa jenis vaksin di antaranya AstraZeneca dan Sinovac. Beberapa warga ada yang tidak divaksin karena terkendala masalah kesehatan.

Tamo mengatakan program vaksinasi massal ini dibuat khusus untuk melayani warga ekonomi menengah ke bawah.

Baca juga: 168 pelaku UMKM di Cengkareng ikut program vaksinasi massal
Baca juga: 300 warga di permukiman pemulung Jakbar jalanin vaksin tahap satu

Mereka diantar dari setiap kecamatan menuju kantor wali kota, diberikan vaksin, diberi paket sembako dan diantar pulang ke rumah masing-masing.

"Dengan demikian, kita harap mereka yang sebelumnya kesulitan menerima vaksin bisa divaksin. Kita kasih sembako juga," kata Tamo.

Dalam program ini, Tamo menggandeng beberapa pihak diantara Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat beserta pihak swasta.

Dia menargetkan 1.800 PMKS dan pedagang kaki lima (PKL) bisa divaksin selama program ini berlangsung hingga tanggal 25 Oktober.

"Kita harapkan mencapai target sampai Senin minggu depan. Kalau memungkinkan kita akan menggelar kegiatan ini lagi," kata dia.