Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) negara-negara anggota G20 berkomitmen untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19 yang dituangkan dalam pernyataan bersama para menteri sebagai hasil G20 Trade and Investment Ministers’ Meeting (TIMM) di Sorrento, Italia.

“Krisis pandemi telah memberi kita pelajaran penting bahwa di bawah Presidensi Italia, para Menteri Perdagangan negara G20 mampu hadir dan sepakat untuk mengembalikan perdagangan sebagai mesin penggerak pemulihan ekonomi," kata Mendag M Lutfii sekaligus pemimpin Delegasi Indonesia dalam pertemuan lewat keterangannya diterima di Jakarta, Minggu.

Mendag Lutfi menyampaikan Indonesia siap memikul tanggung jawab sebagai Presidensi G20 tahun 2022 serta melanjutkan kerja dan memastikan agar seluruh negara anggota dapat pulih bersama dan pulih dengan kuat pada tahun depan.

Ia menyampaikan pertemuan G20 TIMM kali ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengajak dunia pulih dan bangkit bersama dari pandemi COVID-19. Semangat ini menjadi misi Indonesia pada Presidensi G20 tahun 2022 dengan tema utama “Recover Together, Recover Stronger”.

Membuka pertemuan G20 TIMM, tuan rumah yaitu Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Italia Luigi Di Matteo menggarisbawahi tantangan pemulihan pertumbuhan ekonomi global akibat pandemi memerlukan aksi konkret dari seluruh anggota G20 di segala lini, termasuk kebijakan perdagangan dan investasi.

Baca juga: Mendag Lutfi hadiri pertemuan tingkat menteri negara G20 di Italia

Perdagangan merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang inklusif.

Italia sebagai Ketua G20 tahun 2021 memprioritaskan aksi kolektif di bidang perdagangan dan investasi yang dıdasarkan pada tiga pilar 3P (People, Planet, and Prosperity) sebagai tema besar Presidensi G20 tahun 2021, dengan fokus pembahasan pada isu pemulihan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Untuk itu TIMM membahas beberapa topik terkait kebijakan perdagangan dan investasi, yaitu perdagangan dan kesehatan; perdagangan dan kelestarian lingkungan; partisipasi UMKM dalam perdagangan dunia; perdagangan jasa dan investasi; dukungan pemerintah khususnya di sektor industri; dan reformasi WTO.

Pembahasan difokuskan untuk menyepakati Ministerial Statement yang nantinya akan menjadi bagian dari komitmen G20 Rome Leaders’ Declaration.

Presidensi G20 Italia juga mengangkat permasalahan isu government support yang telah berkontribusi pada distorsi perdagangan global dengan penekanan pada beberapa sektor vital yang dipandang telah mendistorsi perdagangan global.

Pertemuan G20 TIMM ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan G20 menuju Pertemuan Puncak pada 30–31 Oktober 2021 mendatang di Roma, Italia.

Baca juga: Presidensi G20 Indonesia fokus pada pemulihan ekonomi