Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin merasa terharu atas dedikasi rakyat dan Pemerintah Provinsi Papua terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Jayapura.

"Saya bangga dan terharu atas tekad dan dedikasi yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat Papua yang bahu-membahu dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan PON kali ini," kata Wapres Ma’ruf Amin saat menutup PON XX di Jayapura, Jumat.

Dengan berbagai keterbatasan situasi di tengah pandemi COVID-19, Wapres mengatakan penyelenggaraan PON XX berlangsung sukses dan untuk pertama kalinya berlangsung di Tanah Papua.

"Sejarah akan mencatat bahwa PON yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Bumi Cenderawasih, Tanah Papua, berlangsung dengan sukses," tegasnya.

Baca juga: Wapres hadiri penutupan PON XX di Stadion Lukas Enembe

Wapres menilai penyelenggaraan PON XX adalah yang tersulit selama pesta olahraga empat tahunan nasional itu dilaksanakan. Namun, rakyat Papua membuktikan kemampuannya melaksanakan pesta olahraga tersebut.

"Bagi saya, ini merupakan PON tersulit yang bisa diselenggarakan, tapi ternyata warga Papua bukan saja mampu menyelenggarakannya, bahkan berhasil menyelenggarakannya dengan sempurna," katanya.

Dengan keberhasilan PON XX tersebut, Wapres berharap semangat masyarakat Papua terus mengembara dalam melaksanakan pembangunan demi kemajuan Indonesia.

Baca juga: Wapres apresiasi kerukunan antarumat beragama di Papua Barat

"Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Papua, ini menunjukkan bahwa Papua bukan saja sejajar dengan provinsi lain di Indonesia, tetapi dalam beberapa aspek justru jauh lebih unggul," ujar Wapres.

Ma'ruf Amin berada di Papua selama dua hari, Jumat dan Sabtu (16/10), untuk melakukan kunjungan kerja yang pertama kalinya sejak menjabat sebagai Wapres Ke-13 Republik Indonesia. Selanjutnya, Sabtu (16/10), Wapres dijadwalkan memimpin rapat koordinasi dengan jajaran Pemerintah Provinsi Papua terkait percepatan pembangunan dan penyelesaian kemiskinan ekstrem.

Baca juga: Wapres melakukan dialog keagamaan dengan ormas Papua Barat