Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengharapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di DKI Jakarta menggandeng SMK maupun Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengatasi peningkatan pengangguran di Ibu Kota.

Kerja sama itu, kata Lukmanul, adalah dengan konsep "link and match" antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, usaha serta industri.

Tujuannya agar lulusan lembaga pendidikan dapat terserap dengan baik di dunia kerja dengan menambah keterampilan calon pekerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Dengan menggunakan konsep "link and match", dia berharap ada konektivitas antara angkatan kerja dengan badan pelatihan kerja dan dengan perusahaan.

"Sehingga ke depannya kita dapat menciptakan SDM unggul serta menyediakan lapangan kerja yang sesuai melalui BUMN/BUMD dan perusahaan swasta," ujarnya.

Ketua DPD PAN Jakarta Barat ini menambahkan, institusi pendidikan harus mendukung program penyiapan kualitas SDM yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, usaha maupun industri.

Baca juga: Praktisi ingatkan pengurangan karyawan bukan solusi di tengah pandemi
Baca juga: 40 warga prasejahtera di Jaksel ikuti pelatihan keterampilan


Menurut Lukmanul, setiap tahun ada lulusan perguruan tinggi serta SMA dan SMK yang lulus, dan membutuhkan pekerjaan. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, BUMD maupun swasta.

Saat ini, kata dia, ada sekitar 500.000 pengangguran di Jakarta dan angka tersebut meningkat setiap tahunnya.

Data BPS tahun 2020 menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka Provinsi DKI Jakarta pada Agustus 2020 sebesar 10,95 persen atau setara 572.780 orang, Bila dibandingkan dengan keadaan Agustus tahun 2019, pengangguran DKI Jakarta naik 4,41 persen atau bertambah 233.378 orang.

"Melihat kondisi pandemi belum berakhir mungkin diperkirakan tahun 2021 akan bertambah. Kni harus disiapkan, diantisipasi," kata politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ia mengungkapkan perusahaan perseroan daerah (perseroda) diharapkan turut berpartisipasi mengatasi persoalan pengangguran di Jakarta.

"Jadi harus ada relasi dan kecocokan dan ini menjadi catatan agar lebih serius untuk dibahas. Ini harus menjadi perhatian kami untuk mengatasi pengangguran ke depan," kata Lukman.