Jakarta (ANTARA) - BUMD DKI Jakarta, PT MRT Jakarta membangun Simpang Temu di Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, yang ditargetkan rampung pada April 2023 untuk mengakomodasi integrasi layanan transportasi umum.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan dimulainya konstruksi Simpang Temu yang berlokasi di bekas Pasar Blora, Menteng, Jakarta, Rabu.

Anies berharap sarana tersebut memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses transportasi baik dari segi fasilitas maupun biaya.

"Jadi, Kota Jakarta bisa lebih ramah lingkungan karena polusi terkurangi," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengharapkan fasilitas tersebut akan mencerminkan orientasi masa depan sehingga menjadi pemicu regenerasi perkotaan dan mendorong Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia.

"Titik ini di kawasan Dukuh Atas menjadi kawasan pertama. Kita lakukan pembangunan dengan konsep berorientasi transit," kata Anies.

Baca juga: Waskita Realty-MITJ bangun jembatan multiguna di Dukuh Atas
Baca juga: MRT targetkan bangun kawasan terintegrasi Dukuh Atas mulai Oktober


Simpang Temu merupakan salah satu fasilitas yang dibangun di Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Dukuh Atas. Penamaannya disesuaikan dengan pertemuan banyak moda transportasi.

Anies menambahkan, Simpang Temu nantinya terdiri atas dua lantai bawah tanah dan 11 lantai memiliki fungsi sebagai perkantoran.

Selain itu, ritel dan lokasi transit untuk menurunkan dan menaikkan penumpang TransJakarta dan ojek daring serta tahap selanjutnya dihubungkan dengan Stasiun KCI Sudirman.

Sebelumnya, Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar di Jakarta, Kamis (30/9) menjelaskan anggaran pembangunan "transport hub" itu diperkirakan mencapai Rp160 miliar.

Adapun kontraktor pengerjaan Simpang Temu pada lahan seluas 2.445 meter persegi itu dilaksanakan BUMN PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan masa konstruksi diperkirakan 14-18 bulan sejak dimulainya konstruksi pada Oktober 2021.

Pembangunan ini merupakan kolaborasi PT MRT Jakarta, Perumda Pasar Jaya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan para pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga: Penataan Stasiun Sudirman tidak gunakan pendanaan APBN maupun APBD
Baca juga: Jakarta Pusat tegaskan pompa Dukuh Atas berfungsi normal