Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan mulai membangun kawasan industri hijau (green industrial park) pertama di dunia pada bulan depan atau November 2021 dengan luas 20 ribu hektare.

“Produk keluarannya (dari Green Industrial Park) adalah produk hijau, energinya adalah energi hijau, semuanya energi baru terbarukan,” kata Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada peserta Program PPRA LXII dan PPSA XXIII 2021 Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Presiden Jokowi mengatakan kawasan ini akan dibangun di Kalimantan Utara, dengan salah satu sumber energi berasal dari Sungai Kayan.

Presiden menjelaskan pembangunan kawasan industri berbasis energi hijau yang ramah lingkungan harus disiapkan Indonesia. Hal itu karena pada 10 tahun lagi, negara-negara maju dunia seperti Amerika Serikat ataupun kelompok Uni Eropa akan enggan membeli produk yang dihasilkan dari industri dengan sumber batu bara.

Baca juga: Bahlil tegaskan komitmen RI bangun investasi berbasis energi hijau

“Sehingga kita harus mendahului. Ini nanti adalah yang pertama di dunia, kita memiliki 20 ribu hektare green industrial park,” kata Presiden Jokowi.

Investor, kata Presiden, sudah banyak yang mengutarakan minatnya untuk berproduksi di di Green Industrial Park Kalimantan Utara.

“Yang memesan kawasan ini sudah antre. Karena mereka tahu yang digunakan di sini adalah energi hijau," kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Presiden menjelaskan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia harus dimanfaatkan secara bijaksana. Artinya, pemanfaatan sumber daya alam harus terukur dan terkalkulasi. Kegiatan ekonomi berbasis SDA juga harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup.

Baca juga: Luhut ungkap proyek kawasan industri hijau terbesar dunia di Kaltara

Baca juga: Presiden: 2-3 tahun lagi mobil listrik bermunculan dari negara kita