Jakarta(ANTARA News) - Seniman Butet Kartaraharja dalam monolognya di acara Pekan Kerukunan Antar-Umat Beragama Sedunia mengatakan bentrok warga dan Jamaah Ahmadiyah di Pandeglang, Banten, mengancam kerukunan beragama di Indonesia.

"Di saat perayaan Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Sedunia, di Pandeglang, Banten, hari ini, ada belasan pemuda Ahmadiyah dibacok oleh massa dengan berkedok agama," kata Butet Kartaraharja di Jakarta, Minggu.

Dia mempertanyakan polisi yang disebutnya membiarkan umat beragama Indonesia tak bisa teguh menjalankan ibadahnya.

Butet juga mengingatkan pemerintah untuk tidak berbohong bahwa kerukunan beragama di Indonesia tidak sedang dalam ancaman berbahaya.

"Dengan semangat kerukunan beragama, saya ingatkan kepada pemerintah agar jangan bohong bahwa kerukunan kita dalam ancaman bahaya," katanya.

Dia menegaskan dua hal cukup penting yakni kehidupan berbangsa dan kehidupan beragama, dan menawarkan solusi yang didasari toleransi beragama, bukan toleransi politik.

"Toleransi beragama adalah toleransi yang bertujuan untuk membangun kemaslahatan semua umat beragama supaya tercipta kerukunan," katanya.

Untuk itu, Butet berpendapat, ketokohan agama dapat menjadi inspirasi untuk menyelesaikan masalah itu.

Ketua Presidium Inter-Teligious Council (IRC) Indonesia, Din Syamsuddin, menolak mengomentari bentrok di Cikeusik yang mengakibatkan beberapa orang terluka itu.

"Saya belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai hal itu," kilahnya.(*)

H016/B013