Jakarta (ANTARA News) - Rusia hampir pasti kehilangan satelit militer yang baru diluncurkannya, menurut kantor berita Interfax mengutip sebuah sumber di industri roket ruang angkasa Rusia.

Pesawat ruang angkasa GEO-IK-2 yang dirancang untuk mengukur bentuk bumi, diluncurkan Selasa dinihari (1/2) dari pusat peluncuran di Plesetsk, Rusia Utara.

Sebelumnya Rusia telah kehilangan tiga satelit navigasi GLONASS yang jatuh ke laut pada Desember. Kehilangan itu memicu kemarahan Kremlin yang sedang membangun kemandirian teknologi Rusia. Sehubungan insiden itu, Presiden Dmitry Medvedev memecat dua pejabat tinggi ruang angkasa Rusia.

"Kontak masih belum bisa dilakukan dengan pesawat antariksa tersebut dan kemungkinan besar hilang," kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Interfax.

Sistem GLONASS yang dipelopori Perdana Menteri Vladimir Putin digadang sebagai pesaing global positioning system (GPS) Amerika Serikat, demikian Reuters.

(Adam/S026)