Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Sumber Daya Manusia BUMN, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata mengungkapkan pentingnya budaya atau kultur dalam pencapaian target perusahaan.

"Nilai inti AKHLAK yang telah disepakati bersama tahun lalu ini perlu diimplementasikan tidak hanya sekedar konsep, namun benar-benar dapat mentransformasi human capital-nya. Perlu adanya internalisasi AKHLAK di setiap BUMN, termasuk di PT KAI. Budaya atau culture ini sangat penting dalam pencapaian-pencapaian target perusahaan," ujar Tedi dalam acara daring KAI Culture Fest di Jakarta, Rabu.

Menurut Deputi SDM tersebut, tentu membentuk budaya tidak bisa dilakukan dalam semalam, ada banyak hal yang terkait dengan hal ini. Namun paling tidak budaya itu merupakan cerminan dari pemahaman, sikap, dan juga perbuatan.

Kata kunci dari kultur ini adalah hal yang disepakati dan dipahami secara bersama, serta dilakukan bersama-sama secara berkelanjutan.

"Tentunya hal ini harus terus dilakukan melalui berbagai macam program, kegiatan untuk benar-benar dapat menginternalisasi sehingga apa yang dilakukan oleh insan-insan KAI dapat mencerminkan dari nilai inti AKHLAK yang telah kita sepakati bersama," kata Tedi.
Baca juga: Erick Thohir: Nilai AKHLAK penting untuk diterapkan anak muda Gen Z

Kultur ini sangat penting, lanjutnya, pertama untuk memastikan perusahaan itu dapat mencapai tujuan bisnisnya. Kedua, kultur penting untuk menghindarkan diri dari pemahaman-pemahaman yang lain seperti radikalisme.

Dalam kesempatan tersebut, Tedi juga mengapresiasi kinerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang memberikan kontribusi nyata kepada bangsa.

"Kalau kita bicara kinerja KAI, kita sangat apresiasi selain ditugaskan untuk terus melakukan berbagai macam transformasi bisnis pada saat bersamaan KAI juga mendapatkan penugasan-penugasan. Ini harus dimaknai sebagai amanah, tidak ada perusahaan seperti KAI yang memiliki sejarah dan kontribusi nyata kepada bangsa Indonesia, kita sangat mengapresiasi kinerja KAI," ujar Deputi SDM BUMN, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN itu.

Tedi juga berharap agar KAI mengoptimalkan aset-asetnya di daerah dengan lebih baik, mengingat KAI memiliki banyak aset penting di daerah. "Ini bisa dimaknai sebagai bentuk adaptif agar KAI tetap relevan dan melakukan berbagai inovasi," katanya.

Baca juga: Erick Thohir tambahkan nilai inti BUMN menjadi Ber-AKHLAK