Surabaya (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa TImur melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan BNI Kantor Wilayah 06 Surabaya dan Wilayah 18 Malang untuk memfasilitasi pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) calon eksportir baru.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto usai penandatanganan di Surabaya, Senin, mengatakan kerja sama ini sebagai upaya memacu kinerja ekspor Jawa Timur yang didukung Kementerian Perdagangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim.

"Kerja sama ini juga menjadi sangat pas, karena BNI memiliki berbagai program penguatan kinerja UMKM, mulai dari pendampingan hingga memberikan modal," kata Adik, kepada wartawan.

Baca juga: Pembiayaan ekspor LPEI bantu UMKM bertahan saat pandemi

Pimpinan BNI Wilayah 06 Surabaya Muhammad Gunawan Putra mengatakan, kerja sama dengan Kadin Jatim ini meliputi penggunaan fasilitas layanan jasa dan produk perbankan BNI secara umum.

Kemudian, kerja sama layanan BNI Xpora dengan bundling produk internasional & diskon tarif untuk menunjang kegiatan ekspor, dukungan Program Kadin Jatim, Pengembangan SDM serta pemberdayaan dan peningkatan kapasitas UMKM dan sektor ekonomi lainnya di lingkungan wilayah Kadin Jatim.

"Melalui layanan BNI Xpora, diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas UMKM melalui program edukasi dan pembiayaan bisnis yang cepat dan berkualitas, dapat memberikan solusi berbasis digital melalui kerjasama BNI dengan para partner terpercaya," katanya.

Selain itu, kata dia, kerja sama ini juga dapat memberikan akses informasi dan peluang pasar yang lebih luas melalui program optimalisasi BNI Kantor Cabang Luar Negeri, Business Matching dan pameran produk ke skala internasional.

"Tentunya harapan kami dengan kerja sama ini, Layanan BNI Xpora dapat dijadikan sebagai solusi pembiayaan dan fasilitas ekspor bagi anggota Kadin dalam rangka peningkatan serta penguatan ekspor di Provinsi Jawa Timur," kata Gunawan.

Baca juga: LPEI-Kemenkeu sinergi latih UMKM Indonesia Timur masuk pasar ekspor

Pimpinan BNI Wilayah 18 Malang, Beby Lolita Indriani mengatakan, khusus untuk program ekspor, saat ini kredit pembiayaan yang telah disalurkan kepada calon eksportir baru di seluruh Jatim yang telah lulus kurasi mencapai sekitar Rp113 miliar melalui layanan BNI Xpora.

Melalui BNI Xpora, kata dia, BNI akan terus berkomitmen membantu para eksportir agar sukses melakukan ekspor.

"Sejauh ini, BNI wilayah Jatim bagian selatan 80 persen bergerak di sektor pertanian perikanan, kehutanan dan perkebunan. Hampir semua supporting untuk pelaku ekspor kopi tanaman hias, padi jagung kedelai, tebu, dan perikanan, bukan ikan makanan beku atau kalengan tetapi ikan hidup. Misi kami membuat petani mendadak kaya," katanya.

Ia mencontohkan, tanaman aglonema di Indonesia rata-rata paling tinggi dijual dengan harga Rp130 ribu, namun kalau diekspor bisa mencapai 30 euro, kemudian ikan koi satu ekor di daerah dihargai Rp250 per ekor, tapi kalau dijual di luar negeri bisa mencapai Rp25 juta.

Selain pembiayaan, kata dia, BNI juga melakukan pembinaan karena banyak petani yang tidak paham apa yang harus dilakukan ketika akan melakukan.

"Standardisasi harus diterapkan agar produk laku di pasar luar negeri. Selama ini mereka memakai perantara, ada importir dari luar yang menstandarkan. Tetapi harganya jauh di bawah, ini yang ingin kami tingkatkan," katanya.

Baca juga: Sebanyak 1,5 juta produk UMKM RI diekspor hingga Brazil lewat Shopee

Sementara itu, penandatanganan kerja sama dilakukan di Graha Kadin Jatim, Surabaya, oleh Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto bersama Pemimpin BNI Wilayah 06 Surabaya Muhammad Gunawan Putra dan Pemimpin BNI Wilayah 18 Malang, Beby Lolita Indriani.

Hadir dalam kesempatan tersebut GM BNI Bisnis SME, Dhias Widhiyati, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Drajat Irawan dan Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Budi Hanoto.