Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meninjau kesiapan Rumah Sakit (RS) Modular LB Moerdani di Merauke, Papua, sebelum fasilitas kesehatan itu diresmikan Presiden RI Joko Widodo.

RS Modular merupakan fasilitas kesehatan yang akan mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Merauke, Papua, pada 2-15 Oktober 2021, kata Biro Humas Setjen Kementerian Pertahanan sebagaimana dikutip dari siaran resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Kunjungan ke RS Modular merupakan rangkaian kegiatan Menhan Prabowo di Papua sejak 1 Oktober sampai 3 Oktober 2021.

Menhan tiba di Bandar Udara Mopah Merauke, Jumat (1/10), bersama jajarannya di Kementerian Pertahanan. Rombongan disambut Komandan Lanud JA Dimara Merauke Kolonel (Pnb) A Gogot Winardi dan sejumlah tokoh masyarakat adat Papua.

Baca juga: Menhan RI tinjau latihan 2.500 siswa komponen cadangan di Bandung

Menhan, pada hari pertama tiba di Merauke, langsung memeriksa kesiapan RS Modular LB Moerdani.

Rumah sakit yang dibangun dalam waktu 20 hari memiliki 200 kamar. RS Modular disiapkan untuk menunjang PON XX, utamanya penanganan darurat dan COVID-19.

RS Modular LB Moerdani berlokasi di Kampung Kamangi, Distrik Tanah Miring, Merauke.

Di samping meninjau kesiapan RS, Menhan dijadwalkan menghadiri acara pembukaan PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Sabtu.

Baca juga: Kerja sama pembuatan kapal fregat TNI AL ditandatangani di London

Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan turut hadir menyaksikan acara pembukaan pesta olahraga terbesar di Indonesia itu.

Tidak hanya menyaksikan langsung acara pembukaan PON XX, Presiden meresmikan sejumlah arena olahraga di Kompleks Istora Papua Bangkit, Jayapura.

Presiden selama di Papua didampingi, antara lain Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin, dan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar.

Baca juga: Pengamat apresiasi langkah Menhan lindungi kedaulatan