Jakarta (ANTARA) -
Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (DPP INSA) melalui program INSA Peduli menyalurkan santunan kepada 250 anak yang menjadi yatim akibat pandemi COVID-19.

Nova mengatakan, salah satu dampak COVID-19 adalah banyak anak-anak yang terpaksa menjadi yatim karena meninggalnya ayah atau ibu sebagai tulang punggung keluarga mereka. Kondisi ini berdampak pada banyaknya anak yang terancam putus sekolah karena tidak lagi mampu membayar biaya pendidikan.

"COVID-19 telah menyisakan banyak persoalan yang perlu dibenahi secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat," kata Nova dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Baca juga: 45.000 yatim piatu terdampak COVID-19 peroleh beasiswa dan santunan

Nova menyampaikan, santunan yang diberikan berupa perangkat gawai untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), peralatan sekolah, dan konseling.

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial per 20 Juli 2021, ada empat juta anak yatim di Indonesia, 11.045 di antaranya menjadi yatim karena orang tuanya meninggal terpapar COVID-19.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat, lanjut Nova, INSA tergerak untuk ikut meringankan beban masyarakat.

Baca juga: Polantas Polda Jatim asuh 7.044 anak yatim piatu terdampak COVID-19

Santunan ini juga bentuk kepedulian DPP INSA terhadap sesama khususnya kepada anak-anak Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya, dan juga memberikan pendampingan untuk pemulihan dampak psikologis akibat kehilangan orang tua mereka.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak dan terus semangat dalam belajar,” ujarnya.

Penyaluran santunan tersebut diberikan secara simbolis oleh Wakil Ketua Umum III Nova Y. Mugijanto dan Anggota Bidang IT & Marketing INSA Roland Permana di Kantor Kas dan Asrama Putra Rumah Yatim, Kemang Utara, Jakarta, pada Kamis (23/09).

Program INSA Peduli merupakan salah satu wujud syukur eksistensi 54 tahun INSA di kancah Industri pelayaran nasional.