Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi peran para tenaga kesehatan (nakes) yang merupakan profesi sangat mulia, terlihat dari pengorbanan yang diberikan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pahlawan bagi kemanusiaan.

Menurut dia, memilih tenaga kesehatan sebagai profesi adalah panggilan jiwa, yang tidak semua orang dapat merasakannya.

"Dibutuhkan kejernihan hati nurani untuk dapat merasakan kebahagiaan yang tidak terukur, ketika kita dapat membantu meringankan beban penderitaan orang lain. Berbahagia kalian yang nantinya akan mempunyai kesempatan untuk mengabdikan diri sebagai pejuang dan pahlawan bagi kemanusiaan," kata Bambang Soesatyo atau Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STIKES Mitra Ria Husada, secara virtual di Jakarta.

Dia menyampaikan duka cita mendalam dan penghormatan terhadap para tenaga kesehatan yang gugur dalam "perang" menghadapi pandemi COVID-19.

Menurut dia, berdasarkan data hingga 21 September 2021, sebanyak 2.032 jiwa tenaga kesehatan telah gugur dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Baca juga: Ketua MPR minta pemerintah lindungi tenaga kesehatan di Papua

Baca juga: Bamsoet minta Menteri Keuangan percepat pencairan insentif nakes


"Kenyataan ribuan tenaga kesehatan telah gugur sepanjang pandemi COVID-19, sementara kita belum tahu kapan pandemi akan berakhir, mengisyaratkan kita membutuhkan lebih banyak lagi tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa pandemi maupun di masa yang akan datang," ujarnya.

Dia menilai kebutuhan tersebut nyata karena pelayanan kesehatan sampai kapan pun akan selalu dibutuhkan dan kesehatan adalah hak dasar rakyat yang wajib dipenuhi negara.

Selain itu, Bamsoet mengatakan tujuan diselenggarakannya PKKMB adalah untuk membekali para mahasiswa baru agar menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter dan mempunyai wawasan kebangsaan.

"Dan senantiasa menjaga jati diri ke-Indonesiaan, memiliki jiwa solidaritas dan gotong royong, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebersamaan, serta mencintai Tanah Air dan almamater," tuturnya.

Baca juga: Bamsoet minta pemerintah tambah jumlah nakes di wilayah tertentu

Menurut dia, pembentukan karakter penting ditanamkan sejak dini pada saat masa orientasi kampus, dengan tujuan agar setiap mahasiswa menyadari bahwa di samping memiliki kompetensi dan kualitas keilmuan yang memadai, karakter dan mentalitas akan menjadi faktor penting yang akan menentukan peran dan kontribusi mereka sebagai sumberdaya manusia pembangunan.

Bamsoet mengatakan, para mahasiswa baru patut bersyukur, selain membangun kecerdasan intelektual, STIKES Mitra Ria Husada juga mendidik mahasiswa untuk mengedepankan etika bersosial secara luas.