Frankfurt (ANTARA) - Saham-saham Eropa jatuh ke level terendah hampir dua bulan pada perdagangan Senin pagi, dengan indeks acuan Jerman merosot 2,0 persen, karena investor khawatir bank-bank sentral utama akan mulai memberikan isyarat tentang pengurangan program stimulus era pandemi mereka di beberapa pertemuan minggu ini.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa terpangkas 1,5 persen pada pukul 07.45 GMT, dengan saham pertambangan jatuh 3,2 persen karena penurunan harga-harga komoditas.

Ekuitas Asia juga tergelincir setelah sesi panas untuk China Evergrande, pengembang properti paling berutang di dunia.

Indek acuan STOXX 600 Eropa kini telah jatuh selama tiga minggu berturut-turut di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global, inflasi yang melonjak, kasus COVID-19 yang terus-menerus tinggi, dan dampak dari regulasi yang lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan China.

Pertemuan kebijakan Federal Reserve (Fed) AS menjadi fokus pada Selasa (21/9/2021) dan Rabu (22/9/2021), di mana bank sentral diperkirakan akan meletakkan dasar untuk pengurangan pembelian asetnya (tapering). Secara keseluruhan, 16 bank sentral dijadwalkan mengadakan pertemuan minggu ini, termasuk di Inggris, Norwegia, Swiss, dan Jepang.

Baca juga: Saham Eropa bertahan di dekat rekor tertinggi

"Yang pasti, (Fed) diperkirakan mengabaikan mempertahankan keran QE (pelonggaran kuantitatif) terbuka pada (pertemuan minggu ini), mengingat kekecewaan atas data pekerjaan Agustus yang cukup besar di samping indikator ekonomi yang lemah," kata Kepala Ekonomi dan Strategi Mizuho, Vishnu Varathan.

“Tapi ini hanya menunda tapering. Pertanyaannya seberapa banyak.”

Saham Jerman jatuh 1,8 persen ke level terendah sejak akhir Juli, karena data menunjukkan lonjakan harga produsen yang lebih besar dari perkiraan bulan lalu.

Dalam perombakan terbesar yang pernah ada, indeks saham unggulan Jerman mulai diperdagangkan pada Senin dengan peningkatan jumlah konstituen menjadi 40 perusahaan dari 30 perusahaan.

Pengukur ketakutan Eropa juga melonjak ke level tertinggi empat bulan.

Baca juga: Saham Australia jatuh ke terburuk 7 bulan, Indeks ASX turun 2,1 persen

Saham-saham perusahaan produsen barang-barang fesyen mewah yang terpapar China seperti LVMH, Kering, Hermes dan Richemont turun antara 2,5 persen dan 3,7 persen, memperpanjang penurunan tajam dari minggu lalu.

Daimler AG merosot 2,3 persen karena sebuah laporan mengutip kepala divisi truknya, yang terbesar di dunia, mengatakan bahwa unit tersebut telah melihat pasokan chip penting semakin ketat dalam beberapa pekan terakhir.

Di sisi lain, Lufthansa membalikkan penurunan awal menjadi melonjak 3,1 persen setelah mengatakan pihaknya memperkirakan akan mengumpulkan 2,14 miliar euro (2,51 miliar dolar AS) untuk membayar kembali sebagian dana talangan negara yang diterima maskapai top Jerman itu selama krisis virus corona.

Semua subindeks utama Eropa lebih rendah pada perdagangan pagi, dengan perawatan kesehatan, utilitas, makanan dan minuman dan real estat mencatat penurunan terkecil. Kelompok ini dianggap sebagai taruhan yang lebih aman pada saat volatilitas ekonomi meningkat.

Baca juga: IHSG Senin dibuka melemah 1,21 poin