Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Satu keluarga yang terdiri atas tiga orang, Minggu, tenggelam di Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di Pantai Kebonkalapa Citepus yang mengakibatkan satu korban hilang.

Ketiga korban diketahui bernama Enar Sunardi (41), Putri Rahayu (13) dan Dias Sandriah (12) yang seluruhnya merupakan warga Kampung Sukajadi, RT 04/10, Desa/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Dari tiga korban, dua di antaranya berhasil diselamatkan, yakni Enar dan Putri, sedangkan Dias sampai saat ini belum ditemukan.

"Dua korban selamat sudah dievakuasi, namun satu di antaranya, yakni Putri mengalami sesak napas diduga akibat tertalu banyak minum air laut dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Palabuhanratu, sementara Dias masih dalam pencarian," kata Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi.

Baca juga: Tim SAR evakuasi korban tenggelam di Aceh Besar

Informasi yang dihimpun, sebelum terjadi peristiwa tersebut ketiga korban melakukan aktivitas di pantai yang berada di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Sebenarnya, petugas penjaga pantai sudah memasang rambu agar tidak berenang karena arus dan ombak cukup tinggi.

Putri yang diduga terlalu asyik bermain air laut, tiba-tiba datang ombak tinggi dan langsung menghantam tubuhnya sekaligus menyeretnya ke tengah laut. Dias dan Enar yang merupakan bapak dan anak ini secara spontan memberikan pertolongan kepada Putri yang berteriak meminta bantuan.

Bapak dan anak ini berhasil menyelamatkan Putri, namun nahas bagi Dias, usai menyelamatkan keluarganya dirinya malah hilang tenggelam yang sampai Minggu malam belum diketahui nasibnya.

Pedagang keliling yang kebetulan berada di lokasi, melihat adanya wisatawan tenggelam langsung meminta bantuan petugas penjaga pantai dan tidak lama personel tim SAR gabungan tiba di lokasi untuk melakukan pencarian.

Baca juga: Petugas gabungan evakuasi korban kapal Pengayoman IV

Putri yang hampir tidak sadarkan diri dievakuasi ke darat oleh penjaga pantai dan langsung dilarikan ke RSUD Palabuhanratu karena mengalami sesak napas dan hingga kini masih trauma atas peristiwa yang baru menimpa diri dan keluarganya itu.

"Awalnya saya lihat ada seorang anak perempuan nyaris tenggelam yang sedang dibantu dua orang lelaki, satu anak-anak dan satu lagi orang dewasa yang informasinya merupakan bapak dan anak. Setelah anak perempuan berhasil diselamatkan, anak lelaki yang awalnya membantu malah hilang tenggelam," kata Ade pedagang keliling yang menjadi saksi kecelakaan laut tersebut.

Sementara, Kasat Polair Polres Sukabumi AKP Tri Andri Affandi mengatakan kondisi hari yang sudah beranjak malam dan arus gelombang serta arus mulai meninggi, sehingga pencarian ditunda.

Tapi, tim SAR gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk memantau kondisi laut yang tidak menutup kemungkinan tubuh korban naik ke permukaan sehingga bisa langsung dievakuasi.

"Ciri-ciri korban berkulit sawo matang, rambut cepak dan saat kejadian menggunakan kaus dan celana berwarna abu-abu," katanya.