Jayapura (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menyebut lima kampung di Distrik Yapen Selatan di Kabupaten Kepulauan Yapen dilanda banjir.

Kepala BPBD Provinsi Papua Welliam R. Manderi di Jayapura, Selasa, mengatakan kelima kampung tersebut adalah Kampung Imandoa, Manaini, Rawa Gang 1 dan Cina Tua di Kelurahan Serui Kota serta Bawai-Kelurahan Tarau.

"Korban jiwa nihil, namun hingga kini masyarakat masih berada di rumahnya masing-masing," katanya.

Menurut Manderi, di Kampung Imandoa tercatat dua unit rumah warga diterjang longsor, lalu 30 unit rumah warga Kampung Manaini, 20 unit rumah warga Kampung Bawai, 20 unit rumah warga Kampung Rawa Gang 1 dan 14 unit rumah warga di belakang Koramil-Kampung Cina terendam banjir.

Baca juga: BPBD Papua masih mendata kerugian material akibat banjir di Serui

Baca juga: Hujan lebat menyebabkan banjir di Serui, Kepulauan Yapen


"Selain rumah warga, RSUD Serui, Masjid Hidayat Tulah, bangunan TK dan SD Yabunayya dan Balai Diklat BKPSBM juga direndam banjir," ujarnya.

Ketinggian air 1,5 meter, pihaknya masih terkendala koordinasi mengenai update informasi jaringan seluler dan GSM terganggu.

"Total kerugian dan kebutuhan mendesak masih dalam proses asesmen," katanya lagi.

Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura menyatakan hujan dengan intensitas lebat telah menyebabkan banjir dan longsor di Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sub Koordinator Bidang Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah V Jayapura Ezri Ronsumbre mengatakan hujan dengan intensitas sangat lebat telah mengguyur Kota Serui dan sekitarnya pada 14 September 2021 sekitar pukul 05.30 WIT dan berlangsung hingga pukul 10.00 pagi.

"Berdasarkan hasil pengamatan curah hujan pada Stasiun Meteorologi Serui, data curah hujan tertakar 179 mm dalam kurun waktu kurang lebih tiga jam, kondisi cuaca tersebut termasuk dalam hujan ekstrem," katanya.*