Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur membangun 1.000 sumur resapan atau drainase vertikal dengan target setiap kecamatan sebanyak 100 titik guna mengantisipasi banjir saat musim penghujan.

Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Kusmanto, mengatakan tujuan pembuatan sumur resapan untuk konservasi air tanah, dan mengatasi genangan di wilayah Jakarta Timur.

Baca juga: Pemkot Jaktim luncurkan layanan digital pantau sumur resapan

"Adapun sumur resapan dibangun di pinggir jalan yang biasa tergenang, sehingga bisa mengatasi genangan di lokasi tersebut," kata Kusmanto di Jakarta, Senin.

Kusmanto menambahkan sumur resapan itu dibangun sedalam dua meter. Dia mengatakan bahwa keberadaan sumur resapan terbukti mengurangi titik banjir di Jakarta Timur.

Menurut dia, titik banjir di wilayah Jakarta Timur berkurang menjadi 18 titik pada 2021, sedangkan pada 2020 terdapat 25 titik banjir.

"Ini terjadi karena adanya sumur resapan di sepanjang Jalan DI. Panjaitan sebanyak 42 titik," ujar Kusmanto.

Baca juga: Pemkot Jaktim bangun 100 sumur resapan di setiap kecamatan

Kusmanto mengatakan pembuatan sumur resapan harus tersebar di titik rawan genangan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan mengatasi banjir.

Dia juga berharap, sumur resapan lainnya yang dibangun dari Dinas SDA DKI Jakarta sebanyak 2.000 titik bisa selesai pada akhir Desember 2021.

"Saya mengharapkan Camat, Lurah, Satpel Dinas SDA, agar dalam membangun sumur resapan tepat sasaran, jangan sampai di satu titik berkelebihan, titik lain yang malah dibutuhkan tidak ada,” ujar Kusmanto.

Baca juga: Sepuluh kelurahan Jaktim jadi percontohan penerapan sumur resapan