Jakarta (ANTARA) - Prancis menyumbangkan 358.700 dosis vaksin AstraZeneca yang tiba di Indonesia pada Jumat, untuk membantu memerangi COVID-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Kedutaan Besar Prancis di Jakarta menyebut pengiriman pertama tersebut merupakan bagian dari total 3 juta dosis vaksin COVID-19 yang akan disumbangkan kepada Indonesia melalui mekanisme COVAX.

“Prancis berdiri bersama mitra dekatnya Indonesia, dalam melanjutkan perjuangannya memerangi COVID-19,” demikian pernyataan Kedubes Prancis.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengingatkan bahwa solidaritas internasional negara-negara maju harus mengambil bagian secara efektif dalam upaya-upaya mengatasi pandemi.


Baca juga: 500 ribu vaksin AstraZeneca bantuan Australia tiba di Indonesia

Pada Februari, Presiden Macron meminta mitranya dari G7, G20, dan Uni Eropa untuk berbagi, seperti halnya Prancis, sebagian dosis vaksin yang diterima dengan 92 negara berpendapatan rendah dan menengah yang menjadi bagian dari COVAX AMC.

Setahun yang lalu, fasilitas COVAX didirikan dengan dukungan Prancis, untuk menjamin akses yang adil terhadap vaksin melawan COVID-19 sebagai barang publik global. Hingga saat ini, berkat fasilitas COVAX, sebanyak 137 negara di seluruh dunia telah menerima lebih dari 156 juta dosis vaksin.

Untuk mempercepat kampanye vaksinasi dalam kerangka mekanisme COVAX, sumbangan dosis vaksin sangat penting dan telah terbukti menjadi satu-satunya respon jangka pendek yang efektif untuk mendukung pengiriman vaksin ke seluruh dunia.

Baca juga: Perampok curi perhiasan 10 juta euro dari Bulgari Paris

Prancis merupakan salah satu negara pertama yang menegaskan kesediaannya untuk menyumbangkan dosis vaksin yang aman, efektif, dan disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia, di samping kontribusi keuangannya.

Sumbangan Prancis untuk program COVAX merupakan bagian dari upaya global Tim Eropa yang mendukung mekanisme tersebut. Sedikitnya 100 juta dosis vaksin Eropa akan dibagikan tahun ini dengan tujuan untuk memastikan solidaritas vaksin yang nyata.

Baca juga: Menlu Australia: Kemitraan dengan Indonesia perlu dilanjutkan


Baca juga: Menlu RI berharap Afghanistan tak jadi tempat pelatihan teroris