Makassar (ANTARA) - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, oplimalisasi sistem layanan digital telah memicu peningkatan jumlah investor dua kali lipat.

Hal itu dikemukakan Inamo dalam keterangan persnya di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, pencapaian rekor tersebut merupakan hasil sinergi serta kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di Pasar Modal Indonesia.

Jumlah pertumbuhan investor saham baru meningkat pesat hanya dalam kurun waktu delapan bulan saja di tahun ini, yaitu meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian sebelumnya pada tahun 2020 yang berjumlah 590.658 SID baru.

“Optimalisasi digital yang dimulai sejak tahun 2019 serta dimaksimalkan pada tahun 2020 yang kemudian dilanjutkan dengan sinergi serta kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan Pasar modal," katanya.

Kondisi itu telah menjadi kekuatan pengembangan investor pada tahun 2021 dan menjadi alasan utama bagi pesatnya peningkatan jumlah investor baru pada tahun ini,” ungkap dia.

Pencapaian ini diraih beriringan pula dengan terciptanya rekor baru untuk pertumbuhan SID Pasar Modal.

Adapun jumlah investor baru Pasar Modal sampai dengan 31 Agustus 2021 mencapai 2.219.712 yang meningkat hampir 2 kali lipat dari pencapaian tahun lalu, sehingga total investor pasar modal saat ini adalah 6.100.525 investor.

Menurut Inarno, fokus Self Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengakselerasi transformasi digital pada tahun 2019 dan 2020, telah berdampak positif bagi terciptanya tonggak baru pencapaian Pasar Modal Indonesia.
Baca juga: Jumlah investor saham baru bertambah 1 juta SID sepanjang 2021
Baca juga: BEI: Kehadiran aplikasi online trading dorong pertumbuhan investor
Baca juga: BEI: Potensi penghimpunan dana pada semester II masih menjanjikan