Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Judith A McHale, menegaskan negaranya berkomitmen memajukan demokrasi di Asia berupa penegakan nilai-nilai kebebasan, pluralisme, toleransi, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

"Hal ini sesuai dengan Pernyataan Bersama Presiden Obama dan Presiden Yudhoyono dalam kunjungan Presiden Obama ke Indonesia baru-baru ini," katanya kepada ANTARA di Nusa Dua, Bali, Kamis petang.

McHale memimpin kontingen negaranya sebagai pengamat dalam Forum Demokrasi Bali (BDF) Ketiga, yang dipimpin bersama Presiden Susilo B Yudhoyono dan Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak.

Menurut dia, nilai-nilai demokrasi itu juga dijunjung bersama oleh Amerika Serikat dan Indonesia. Indonesia memulai Bali Democracy Forum untuk mendorong kerja sama regional dalam pembangunan demokrasi dan politik.

Jumlah peserta terus meningkat, tahun ini lebih dari 50 delegasi peserta dan 40 delegasi pengamat diundang.

McHale akan menunjukkan dukungan Amerika Serikat terhadap forum tersebut dan menekankan komitmen untuk pertumbuhan dan konsolidasi demokrasi di Asia.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scott Marciel, menegaskan, eksistensi Forum Demokrasi Bali (BDF) yang telah tiga kali dilaksanakan sangat signifikan dalam memajukan demokrasi di dunia.

"Kami percaya bahwa forum yang diinisiasi Indonesia ini bisa menawarkan banyak kesempatan pada masa depan dalam berbagai diskursus yang kontributif dalam perkembangan demokrasi di dunia," katanya, kepada ANTARA di Nusa Dua, Bali, Kamis pagi.

Marciel berada di Bali untuk mewakili pemerintahan Amerika Serikat dalam BDF Ketiga yang dilaksanakan selama dua hari sejak Kamis (9/12).

Amerika Serikat sendiri tidak mengirimkan satu delegasi khusus dalam BDF III kali ini, namun memberi perhatian penting terhadap perkembangan pelaksanaan BDF dari tahun ke tahun. (A037/K004)