Bogor (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang andal dan kompeten menjadi penentu produktivitas dan peningkatan daya saing pertanian Indonesia dengan negara lain.

"Tentunya dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring, dan kerja sama yang kuat," kata Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan tertulis yang diterima dari Polbangtan Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Menurut Syahrul Yasin Limpo, jika lahan pertanian sudah ada dan baik, air sudah bisa dikendalikan dengan baik, varietasnya paling unggul, teknologi dan mekanisasinya sudah hadir, serta didukung kebijakan pemerintah dan support financial, semua ini bisa optimal jika petaninya kompeten dan berkualitas.

Baca juga: Mentan sebut pertanian bisa menjadi kekuatan utama di masa depan

Syahrul mengatakan hal itu dalam secara virtual kepada 250 wisudawan pada acara Wisuda Sarjana Terapan dan Ahli Madya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), di kampus Cinagara, Bogor.

Polbangtan adalah salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pertanian, yang memiliki tugas menyediakan SDM pertanian yang berkualitas, serta siap menjadi wirausaha pertanian profesional, mandiri, dan berdaya saing.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, pada dalam sambutannya mengucapkan lulusan Polbangtan Bogor akan menuju pembangunan pertanian yang sesungguhnya. "Wisuda adalah awal untuk terjun pada pembangunan pertanian Indonesia,” katanya.

Menurut Dedi, untuk menghasilkan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia maka insan pertanian harus tahu persis apa tujuan pembangunan pertanian.

Baca juga: Akademisi nilai kesejahteraan petani perlahan meningkat

Dedi menjelaskan, tujuan itu adalah mewujudkan ketahanan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menggenjot ekspor.

Untuk memenuhi harapan tersebut, Dedi berharap, lulusan Polbangtan dapat menjadi sumber daya manusia mandiri, tidak tergantung produk impor, dan tidak tergantung pada pemerintah.

"SDM pertanian profesional dan berjiwa enterpreneurship tinggi diharapkan dapat memanfaatkan dan memelihara dan mengoptimalkan sarana dan prasarana pertanian," katanya. (R024)