Jakarta (ANTARA News) - Kementerian BUMN mendorong PT Pertamina mencari mitra kerja sama operasional (KSO) mengelola aset properti anak usaha PT Patrajasa.

"Pertamina kami minta untuk mencari alternatif lain untuk mengelola Patrajasa," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, mencari mitra KSO mengelola Patrajasa mungkin akan lebih mudah daripada melepasnya kepada pihak lain.

Pertamina diketahui akan melepas 66,67 persen sahamnya pada Patrajasa senilai Rp2,377 trilliun.

Patrajasa mengoperasikan tujuh hotel yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Bali, Parapat dan Anyer. Patrajasa juga memiliki gedung perkantoran, Patra Office Tower di Jalan Gatot Subroto Jakarta, penyewaan rumah Patra Residential yang terdiri dari 132 rumah dan kavling di Kuningan, Jakarta Selatan, dan ruang perkantoran di Menara Sudirman, Jakarta.

Untuk mendukung proses divestasi tersebut, Pertamina menunjuk PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai pengelola aset Patrajasa. Namun, pada masa uji tuntas yang dilakukan pada periode Oktober-November 2010 diputuskan tidak dilanjutkan, karena tidak memperoleh investor.

Sesungguhnya diutarakan Mustafa, aksi korporasi ini merupakan domain dari Pertamina.

Namun, selaku kuasa pemegang saham mengarahkan jika tidak diperoleh investor maka diarahkan untuk menggalang kerja sama denga perusahaan pengelola jasa perhotelan dan pengelola gedung yang sudah berpengalaman.

"KSO bisa merupakan yang terbaik, aset perseroan tetap, tapi pengembangannya digarap oleh yang lebih profesional," ujarnya menjelaskan.
(R017/B010)