Jakarta (ANTARA) - Setelah ditutup selama berbulan-bulan, Jakarta International Velodrome (JIV) yang dulunya dikenal dengan Velodrome Rawamangun, akhirnya dibuka kembali untuk umum mulai Senin ini.

Velodrome ditutup untuk area publik berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 996 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Level 4. Berdasarkan kepgub tersebut, lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menimbulkan keramaian dan kerumunan ditutup sementara.

Pembukaan kembali JIV juga didasarkan pada keputusan gubernur. Yakni Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 1026 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Baca juga: Jakarta International Velodrome dibuka kembali Senin ini

Pembukaan fasilitas olahraga bertaraf internasional itu akan mengikuti protokol kesehatan (prokes) COVID-19, kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Nadia Diposanjoyo.

Kini velodrome dibuka setiap hari sejak pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB dengan kapasitas maksimal 25 persen dari 3.000 orang atau sebanyak 750 pengunjung dalam jangka waktu bersamaan.

Namun ada syarat untuk memasuki velodrome. Pertama, pengecekan suhu tubuh dan wajib menggunakan masker sesuai protokol kesehatan.

Kedua, masyarakat telah melakukan vaksin dosis pertama atau dua dengan bukti sertifikat vaksin dalam aplikasi JAKI, PeduliLindungi dan lembaga berwenang terkait.

Ketiga, bagi yang belum atau tidak bisa melakukan vaksinasi karena alasan kesehatan tetap bisa masuk velodrome dengan catatan sebagai penyintas COVID-19 dalam masa tenggang tiga bulan setelah terkonfirmasi COVID-19. Selain itu orang yang kontraindikasi dilakukan vaksinasi dan anak-anak berusia kurang dari 12 tahun.

Untuk penyintas COVID-19 dalam masa tenggang tiga bulan setelah terkonfirmasi positif dapat menunjukkan bukti laboratorium. Sementara untuk orang yang kontraindikasi dilakukan vaksinasi dapat menunjukkan bukti surat keterangan dokter.

Keempat, ketika berada di dalam lokasi, pengunjung tetap harus mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan.

Velodrome adalah salah satu tempat penyelenggaraan olahraga cabang balap sepeda yang terletak di Rawamangun, Jakarta sejak 1973, sebelumnya dikenal Velodrome Rawamangun.

Menjelang Asian Games 2018, velodrome direnovasi dan menjadi fasilitas olahraga berstandar internasional. Kini menjadi salah satu arena terbaik di belahan bumi bagian selatan.

Konser
Kehadiran arena olahraga berstandar internasional seperti JIV kini juga menjadi salah satu tempat favorit warga Jakarta maupun seluruh daerah untuk berolahraga.

Tak hanya arena balap sepeda, di kawasan JIV juga terdapat fasilitas olahraga lain, misal voli, basket hingga gimnastik. Juga ada alun-alun multifungsi untuk olahraga jalan kaki (jogging).

Bahkan JIV kini bisa pula dimanfaatkan untuk multifungsi di antaranya menjadi tempat konser musik dan pertemuan masyarakat (gathering).

Rama Gumilang, warga Pulo Gadung, Jakarta Timur, misalnya, hampir setiap sore berolahraga di sekitar kawasan JIV. Dia kerap mengajari sang adik berlatih teknik sepak bola, di antaranya latihan kelincahan kaki.

“Saya sering latihan kadang di dalam, kadang di luar area JIV. Adanya fasilitas ini bagus banget buat masyarakat. Harapannya ada lapangan futsal untuk anak-anak agar mereka lebih leluasa,” katanya.

Senada dengan Rama, warga lainnya, Aditya Muzaki juga memanfaatkan area luar sekitar JIV untuk latihan papan seluncur (skate board) bersama teman-temannya.

“Fasilitas ini membantu warga untuk berolahraga, sebelumnya kan tersebar. Sekarang banyak orang olahraga di JIV karena fasilitasnya bagus dan luas,” katanya.

Untuk menuju JIV juga begitu mudah dicapai. Salah satunya naik "Light Rail Transit" (LRT) Jakarta lalu turun di Stasiun Velodrome. Begitu turun, kaki persis di depan Gerbang JIV.

Tak hanya itu, akses juga bisa ditempuh dengan menumpang TransJakarta, yakni melalui Halte Velodrome dan Halte Pemuda Rawamangun kemudian berjalan kaki sekitar 100 meter hingga tiba di JIV.

Bagi yang berangkat dengan sepeda bisa langsung tancap gas dari rumah ke arena JIV. Atau cukup "gowes tipis-tipis" saja pasti sampai arena ini.

Baca juga: Jakpro: JIV dipersiapkan jadi wahana terbesar pecinta sepeda
Sejumlah warga yang antre untuk berolahraga di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Minggu (25/10/2020). Jakarta International Velodrome (JIV) kembali dibuka untuk publik selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di ibu kota, namun membatasi jumlah pengunjung sebanyak 1.500 orang atau 50 persen dari kapasitas normal yakni sebanyak 3.000 orang. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Terbaik
Kehadiran JIV melengkapi ikon olahraga di Ibu Kota khususnya di kawasan Jakarta Timur. Lokasinya mudah dijangkau dan mudah dikenali dengan arsitektur bangunannya yang megah.

Berada di Jalan Balap Sepeda, Rawamangun, JIV memiliki luas bangunan 16.000 meter persegi (m2) di atas lahan dengan luas sekitar lima hektare. Arena ini kemudian direnovasi dan diresmikan pada Rabu, 15 Agustus 2018.

Setelah direnovasi, arena balap sepeda prestisius ini memiliki standar dunia dan salah satu yang terbaik di Asia. Apalagi kini JIV telah mengantongi sertifikat standar internasional dari Federasi Balap Sepeda Dunia (Union Cycliste Internasionale/UCI) pada Juni 2018 dengan Kategori 1 yang merupakan kategori tertinggi.

Sertifikasi tersebut diperoleh pada Mei 2018 dari penguji berkualifikasi UCI. Setelah diresmikan dan mengantongi sertifikat standar dunia, arena balap sepeda JIV dijajal para atlet yang berlaga di ajang Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018.

Tak hanya itu, JIV juga menjadi saksi para atlet internasional yang berlaga dalam Asian Track Championship pada 2019.

Usai sukses menyelenggarakan balap sepeda Asian Games 2018, Asian Paragames 2018, serta Asian Track Championship pada 2019, popularitas JIV makin melambung. Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC) menilai JIV merupakan yang terbaik di Asia saat ini.

Sekjen ACC Onkar Singh menilai velodrome ini adalah salah satu yang terbaik di dunia. Bahkan, JIV ini adalah infrastruktur terbaik yang pernah ada di Asia.

Ini trek yang sangat cepat. Dengan fasilitas seperti ini, Indonesia sudah bisa mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah kejuaraan dunia.

JIV yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah DKI, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro itu juga pernah menuai pujian dari Direktur Persatuan Balap Sepeda Internasional
(World Cycling Center) UCI Frederic Magne yang pernah datang untuk melakukan evaluasi arena balap sepeda ini pada Selasa (28/8/2018).

Kedatangan Magne ke Jakarta untuk membicarakan peluang Indonesia, terutama Jakarta, sebagai pusat latihan satelit bagi pembalap WCC. Magne telah meninjau arena BMX yang juga berkelas dunia.

Arena balap JIV memiliki lintasan sepanjang 250 meter, lebar tujuh meter dengan tingkat kemiringan 40 derajat. Lintasan ini terbuat dari jenis kayu Siberia yang didatangkan langsung dari Jerman yang memiliki bentuk yang ringan, kuat dan halus.

Untuk menunjang berbagai kompetisi tingkat dunia, JIV juga memiliki banyak fasilitas lain, seperti penunjang bagi warga disabilitas, keamanan, pengatur suhu ruangan, hingga ruang-ruang untuk berbagai keperluan atlet.

Di dalam arena balap tersebut tersedia kursi penonton dengan nuansa warna merah putih. Daya tampungnya 3.000 orang hingga 5.000 penonton.

Pengelola arena ini menggandeng Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) melalui penandatangan kerja sama pengelolaan pada 17 Desember 2018.

JIV menjadi tempat latihan bagi para pecinta atau komunitas olahraga sepeda dan atlet profesional. Dengan fasilitas yang ada, Indonesia berpotensi besar mampu menghasilkan atlet balap sepeda kelas dunia.

Baca juga: Manfaatkan JIV, SIWO Track kembali digeliatkan

Pertumbuhan ekonomi
Adanya fasilitas olahraga berstandar internasional tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Rawamangun. Pusat perbelanjaan dan kuliner tumbuh di lokasi tersebut.

Guna memacu pertumbuhan ekonomi dalam skala lebih luas dan memenuhi kebutuhan perawatan, Jakpro selaku pengelola pun menggandeng industri lokal. Antara lain mengembangkan sayap usaha komersial melalui kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

KONI sebagai institusi yang menaungi olahraga saat ini memiliki peran pembinaan terhadap pengusaha/industri olahraga lokal lewat produk Patriot.

Produk Patriot akan berperan sebagai sponsor pertandingan, iklan, konser musik dan lain sebagainya untuk mendorong antusiasme pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Komitmen tersebut dikelola bersama lewat penandatanganan kesepahaman (MoU) bertempat di lantai 12 Gedung KONI Pusat kawasan GBK, Jakarta Pusat, Kamis siang, 10 Desember 2020.

Produk olahraga seperti "sneakers", "jersey", "tumbler", dan lainnya sudah bukan lagi bagian dari aktivitas olahraga, tapi sudah menjadi bagian penting sehari-hari masyarakat.

Produk tersebut tidak hanya menjadi bagian olahraga tapi bisa buat sekolah, jalan-jalan ke mal sampai ke kantor.

KONI sudah menjual produk "merchandise" Patriot dan telah diterima atau dikenal masyarakat. Bahkan sedang memperluas kembali distribusi supaya bisa dibeli dengan mudah.

Hasil penjualannya berkontribusi tidak saja bagi pemerintah melalui KONI, tapi juga memfasilitasi pengembangan kemandirian sektor olahraga dan gaya hidup.

Dari keberadaannya selama ini, JIV ke depan akan semakin diakui sebagai arena "sport science, sport tourism" dan "sport industry" yang prospektif.

Baca juga: Jakpro siap optimalkan aset jadi sentra layanan vaksinasi COVID-19