Kediri (ANTARA) - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan bahwa tingkat kematian warga karena COVID-19 di kabupaten ini masih cukup tinggi yang didominasi warga isolasi mandiri.

"Tingkat kematian kemarin sempat tinggi, sehari 30 kematian. Sekarang turun. Kemarin tinggi banyak warga yang datang ke rumah sakit terlambat, saturasi 70 persen. Ini sudah dalam kondisi tidak baik dan ini yang menjadi masalah," kata Bupati di Kediri, Rabu.

Di Kabupaten Kediri, Bupati mengatakan angka kematian COVID-19 masih cukup tinggi. Mayoritas kematian didominasi warga yang melakukan isolasi mandiri, sehingga saat dirujuk ke rumah sakit kondisinya sudah kritis.

Hingga kini masih banyak warga Kabupaten Kediri yang memilih isolasi mandiri. Untuk jumlahnya ada sekitar 700 sampai 800 warga di kabupaten itu.

Baca juga: Bupati Kediri: Tren COVID-19 di Kabupaten Kediri mulai turun

Baca juga: 1.321 jamaah calon haji Kabupaten Kediri-Jatim gagal berangkat


"Yang harus dipahami, BOR (keterisian tempat tidur) turun tapi isoman (isolasi mandiri) belum turun dan masih cukup banyak. Kami upayakan kerjasama lintas sektoral baik dengan TNI/Polri, satgas desa, kecamatan untuk pergeseran warga yang isoman ke isoter (isolasi terpusat) di desa supaya bisa terpantau," kata dia.

Pihaknya sudah meminta agar warga yang isolasi mandiri mau dibawa ke lokasi isolasi terpusat yang sudah disiapkan oleh pihak desa. Di tempat itu, warga akan mendapatkan perawatan serta kesehatannya juga terus dipantau petugas.

"Saya ngotot pindahkan ke isoter, supaya bisa terpantau. Jangan sampai kematian meningkat, karena warga merasa isoman dan begitu memburuk ke rumah sakit," kata dia.

Ia juga menegaskan warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 tidak ragu untuk tinggal sementara di lokasi isoter yang telah disiapkan di setiap desa. Pemerintah kabupaten akan membantu bahan pokok bagi keluarga yang salah satu anggota keluarganya dirawat di tempat isolasi terpusat.

"Saya sampaikan ke dinas sosial, untuk isoman bagi KK yang ke isoter, keluarganya akan kami berikan bahan pokok. Rata-rata mengeluhkan mereka akan makan apa, kerjanya bagaimana, masih punya anak istri, sehingga kami kirim bahan obat dan kebutuhan pokok," kata dia.

Pemerintah Kabupaten, kata dia, terus berupaya menambah fasilitas perawatan bagi warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Selain menambah fasilitas tempat tidur di rumah sakit, juga di lokasi isolasi terpusat.

Bahkan, saat ini juga sudah diresmikan paviliun VVIP khusus COVID-19 RS SLG Kabupaten Kediri. Ada 66 tempat tidur yang bisa merawat para pasien.

Untuk rumah sakit darurat, pihaknya masih mengkaji. Rencananya, Gedung SKB Kediri yang terletak di Kecamatan Tarokan akan dijadikan lokasi rumah sakit darurat sementara.

"SKB masih kami tinjau perlu atau tidaknya. Jangan sampai yang dibutuhkan justru isoter lebih efisien," kata dia.

Di Kabupaten Kediri, hingga Rabu ini, terdapat 13.058 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Ada 11.149 orang telah sembuh, 1.079 orang telah meninggal dunia, dan 830 orang masih dirawat. (*)

Baca juga: RS SLG Kabupaten Kediri persiapkan tenda tangani pasien COVID-19

Baca juga: Rumah sakit rujukan di Kabupaten Kediri overload pasien COVID-19