Jakarta (ANTARA) - Platform penyewaan penginapan Airbnb menyatakan akan menyediakan perumahan sementara untuk 20.000 pengungsi Afghanistan di seluruh dunia.

"Kami menyediakan perumahan melalui ini melalui agen dan mitra, yang langsung berkoordinasi dengan pengungsi dan memberikan nasihat tentang lama tinggal," kata juru bicara Airbnb, dikutip dari Reuters, Rabu.

CEO Airbnb Brian Chesky menyatakan aksi ini akan didanai mereka sendiri dan donasi melalui Airbnb.org.

"Kami haya menyediakan perumahan sementara (bukan permanen), kami berkomitmen untuk menampung keluarga-keluarga ini selama yang mereka butuhkan," kata Airbnb.

Sepekan belakangan Airbnb.org dan mitra mereka menyediakan rumah aman untuk 165 pengungsi, tidak lama setelah mereka mendarat di Afghanistan.

Taliban berkuasa di Afghanistan setelah Amerika Serikat dan sekutunya menarik tentara mereka.

AS dan sekutu mengevakuasi semua orang asing dan orang-orang Afghanistan yang rentan sebelum tenggat waktu 31 Agustus yang disepakati dengan Taliban.

Militer Amerika Serikat dan koalisi penerbangan mengevakuasi 21.600 orang dari Kabul, Afghanistan dalam waktu 24 jam pada Senin (23/8) lalu, menurut juru bicara Gedung Putih.


Baca juga: Airbnb blokir puluhan ribu tukang pesta di AS

Baca juga: Pemesanan di Airbnb naik hingga 52 persen berkat vaksinasi COVID-19

Baca juga: Airbnb tidak mau menerima perusuh di Capitol