Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap agar anggota DPRD membatalkan rencana interpelasi terkait persoalan penyelenggaraan Formula E serta menggantikannya melalui jalur dialog dan diskusi.

"Interpelasi itu merupakan hak dan demokrasi dari fraksi partai-partai. Namun demikian kami berharap sejauh masih dimungkinkan bermusyawarah berdialog bisa semua masalah antara eksekutif dan legislatif dimusyawarahkan dan didialogkan secara baik," kata Riza usai meninjau vaksinasi di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu.

Baca juga: Formula E Jakarta 2022 tetap dijadwalkan

Riza menuturkan Pemprov DKI Jakarta selalu terbuka dengan berbagai masukan termasuk untuk mempertanyakan kebijakan.

Menurut dia, legislatif bersama eksekutif memiliki peranan sentral dalam mencari solusi terbaik atas masalah yang ada di Ibu Kota.

"Silahkan apa yang ingin dipertanyakan yang kurang jelas kami akan jelaskan. Dinas dan badan terkait akan membantu memastikan apa yang dirasa kurang," katanya.

Baca juga: Legislator PAN ragukan Formula E jadi objek interpelasi

Riza bahkan menyebutkan dirinya bersedia menjelaskan kepada para legislator terkait penyelenggaraan Formula E di Jakarta.

"Teman-teman dewan kami akan jelaskan sebaik mungkin. Tidak musti harus dengan interpelasi masih banyak wadah media forum namun demikian itu adalah hak setiap anggota namun kami berharap kita bisa diskusikan dan dialogkan," kata Riza.

Baca juga: Jakpro nyatakan kompetisi Formula E Jakarta bakal digelar 2022

Sebelumnya, delapan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI dan lima anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan menginisiasi hak interpelasi terkait penyelenggaraan Formula E kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Hak interpelasi bisa bergulir di paripurna DPRD DKI Jakarta jika diajukan 15 anggota dewan dari minimal dua fraksi.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bagian dari komitmen untuk mengawal uang rakyat.