Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong percepatan dan peningkatan vaksinasi COVID-19 khususnya bagi ibu hamil dan anak sebagai kelompok yang rentan terpapar COVID-19.

Upaya ini penting dilakukan karena adanya kenaikan jumlah kasus COVID-19 akibat munculnya varian Delta yang memiliki tingkat penularan tinggi.

"Kemen-PPPA terus berupaya menyosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan vaksinasi COVID-19, khususnya bagi ibu hamil dan anak sebagai kelompok rentan," kata Plt Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA Indra Gunawan melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Gedung ACC Unair dijadikan sentra vaksinasi di Surabaya

Menurut dia, ibu hamil merupakan kelompok yang rentan mengalami kondisi lebih buruk, termasuk anak di dalam kandungannya. Begitu pula dengan anak sebagai generasi masa depan bangsa yang perlu kita lindungi dari ancaman COVID-19. Salah satu upaya pencegahannya melalui vaksinasi COVID-19.

Indra menambahkan di awal pandemi, jarang terdengar kasus anak terpapar virus COVID-19. Namun saat ini jumlah anak yang terpapar COVID-19 mengalami peningkatan drastis.

Baca juga: RS Unair-Pemkot Surabaya gelar vaksinasi khusus untuk ibu hamil

"Menjadi kewajiban kita bersama untuk melindungi kesehatan dasar anak melalui program vaksinasi COVID-19 bagi anak berusia 12-17 tahun, termasuk anak yang masih di dalam kandungan. Dengan demikian, bagi para ibu hamil dan orang tua jangan ragu untuk melakukan vaksinasi pada diri sendiri dan anak kita karena vaksin yang direkomendasikan sudah terbukti aman bagi ibu hamil dan anak-anak," kata Indra.

Indra pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama memutus penyebaran COVID-19.

Baca juga: Sumsel gelar vaksinasi COVID-19 khusus ibu hamil

"Mari kita bersatu dan bergotong royong untuk melawan COVID-19 yang begitu cepat menyebar dan banyaknya varian baru yang bermunculan. Selain dengan melakukan vaksinasi dan upaya pencegahan lainnya, masyarakat berperan besar dalam mengingatkan orang di sekitarnya agar tidak kendur menerapkan protokol kesehatan," kata Indra.

"Saatnya kita mengajak semua pihak untuk melindungi mulai dari diri sendiri, keluarga, termasuk anak-anak dan ibu hamil yang merupakan kelompok rentan. Hal ini bertujuan agar anak sebagai generasi masa depan bangsa dapat terlindungi dari COVID-19. Jika perempuan berdaya, anak terlindungi, maka Indonesia dapat maju," lanjut Indra.

Baca juga: Kalbar targetkan 70.000 ibu hamil mendapatkan vaksinasi COVID-19

Baca juga: Warga RI penerima vaksinasi COVID-19 lengkap capai 30,75 juta jiwa