Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Nani Hendiarti mengapresiasi partisipasi generasi muda mengikuti lomba menulis dan komik Ending Plastic Pollution Through Comic and Writing Contest for A Better Indonesia (EUPHORIA) yang sangat tinggi.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Kamis, Nani mengatakan bahwa kreativitas peserta kompetisi sudah sangat beragam yang harus diimbangi dengan implementasi nyata di lapangan.

"Tapi yang paling penting nanti bagaimana ide-ide tersebut bisa diimplementasikan dan disebarkan dengan cara mengajak (masyarakat lain). Sampah plastik ini merupakan sampah yang punya nilai, untuk itu saya ingin berpesan untuk adik-adik, ayo kita mulai dari kita sendiri, karena yang paling penting sampah plastik itu dipilah dari rumah, sehingga nanti itu bisa dimanfaatkan dan bernilai," tegas Nani.

Antusias kaum muda mengikuti EUPHORIA dapat terlihat dengan lama panitia diakses lebih dari 50 ribu pengunjung selama proses lomba yang diadakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kemenko Marves dan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) itu.

Menurut data Kemendikbudristek, sebanyak 1.438 karya tulis dan komik dari seluruh Indonesia yang diikutsertakan dalam lomba yang diselenggarakan sebagai bagian rangkaian HUT RI ke-76.

Lomba Cerpen untuk SMP diikuti 566 peserta dan untuk SD diikuti 228 peserta, Lomba Esai untuk SMA sebanyak 282 peserta dan kategori mahasiswa diikuti oleh 234 peserta. Adapun peserta lomba komik yang dibuka untuk masyarakat umum diikuti oleh 128 peserta.

Baca juga: Menteri LHK dorong bank sampah jalankan fungsi edukasi

Baca juga: Sekolah Indonesia perlu terapkan "Green Planning Design"


Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek Jumeri juga mengapresiasi antusiasme akan lomba itu, dengan pengumuman pemenang lewat acara virtual telah disaksikan sekitar 15.000 penonton.

"Masyarakat sebagai penghasil sampah harus dapat bijak menangani sampahnya di rumah masing-masing, melibatkan seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak dalam pengelolaan sampah dan menjadikan kegiatan edukasi yang menyenangkan," ujar Jumeri.

Baca juga: Menteri LHK apresiasi kontribusi pemuda dalam isu adaptasi lingkungan

Baca juga: Cegah kepunahan, masyarakat wajib kontribusi atasi krisis iklim