Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia memproses tahapan hibah pesawat C-130 Hercules dari Australia. "Ya sedang kita proses semua tahapannya, karena meski itu pesawat milik Angkatan Udara Australia tetapi hibah itu harus ada izin dari Kementerian Pertahanan AS," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Jumat.

Kepada ANTARA, Purnomo mengemukakan, Angkatan Udara Australia akan mengganti pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dengan tipe J.

"Sebelum dihibahkan, Hercules lama itu harus dilaporkan dan dikembalikan ke AS (sebagai produsen). Ini perlu proses panjang. Setelah selesai, Australia juga masih menunggu penggantinya tiba yakni tipe J," ungkap Menhan.

Jika pesawat baru yakni Hercules tipe J belum diterima, kata dia, maka Australia juga belum bisa menghibahkan Hercules lamanya kepada Indonesia.

"Jadi, prosesnya masih sangat panjang. Tetapi akan kita dorong, agar dipercepat. Karena pesawat Hercules ini kan kegunaannya banyak tidak saja untuk operasi militer perang, tetapi juga untuk operasi militer selain perang seperti dukungan penanganan bencana alam," katanya.

Populasi Hercules yang dimiliki TNI Angkatan Udara tercatat 21 unit yang kini dioperasikan di Skuadron Udara 31/Halim Perdanakusuma dan Skuadron 32/Abdurahman Saleh.

Khusus di Skuadron Udara 32 dari 11 unit Hercules yang dioperasikan, hanya enam yang dinyatakan siap. Sisanya masih menjalani masa pemeliharaan rutin.(*)
(T.R018/s018/R009)