Sleman (ANTARA News) - Penguasa Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan belum tentu tokoh masyarakat Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Ponimin akan menggantikan Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi.

"Ya belum tentu itu, isteri saya (Gusti Kanjeng Ratu Hemas) kan hanya mengatakan karena Mbah Maridjan meninggal maka kamu (Ponimin-red) yang jaga Gunung Merapi, ini bukan berarti yang bersangkutan ditunjuk sebagai juru kunci," kata Sultan di Posko Utama Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Sleman, di Pakem, Jumat.

Menurut dia, karena Mbah Maridjan meninggal maka diharapkan Ponimin sementara bisa menggantikan untuk menjaga Gunung Merapi.

"Kalu untuk penentuan siapa yang akan menjadi juru kunci, sampai saat ini masih dijajaki siapa yang patut menggantikan posisi Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi," katanya.

Ia mengatakan, untuk penunjukan juru kunci Gunung Merapi ini ada proses sampai ada perintah ageng nanti yang akan diusulkan siapa.

"Kalau dari penilaian saya belum bisa mengatakan itu, kandidat belum ada, ditunggu saja prosesnya," katanya.

Sultan mengatakan, untuk menjadi seorang juru kunci Gunung Merapi itu ada syarat yang harus dilalui.

"Keraton tidak menutup kemungkinan jika abdi dalem lain yang mampu juga memiliki kesempatan untuk menjadi juru kunci Gunung Merapi.Syarat juru kunci itu ada prosedurnya di keraton. Ada abdi dalem yang memenuhi syarat atau tidak atau mungkin keluarganya," katanya.

Ia mengatakan, meski demikian juga belum tentu salah satu dari anak Mbah Maridjan ditunjuk sebagai pengganti bapaknya menjadi juru kunci Gunung Merapi.

"Anaknya Mbah Maridjan juga belum tentu, karena kepangkatan dan sebagainya juga diperlukan," katanya.(*)
(ANT/R009)