Banjarmasin (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa sebaiknya obat antivirus dan oksigen medis juga disediakan di puskesmas agar pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri bisa segera mendapat penanganan saat membutuhkan bantuan medis.

"Ini saya sangat dukung, supaya obat-obatan antivirus bisa disediakan di level paling bawah, yaitu di puskesmas atau tempat isolasi mandiri," kata Muhadjir saat mengunjungi perusahaan gas PT Samator Gas Industri di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu.

Dia mengemukakan bahwa warga yang menjalani isolasi mandiri karena terserang COVID-19 harus rutin melapor ke puskesmas supaya petugas kesehatan bisa melakukan pemantauan dan segera memberikan pertolongan saat kondisi mereka memburuk.

"Itu berarti perlu obat antivirus di samping pertolongan lain seperti ketersediaan oksigen dan seterusnya," katanya.

Selama berada di Kalimantan Selatan, Muhadjir di antaranya meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, mengecek penyaluran bantuan sosial di Kantor PT Pos Kota Banjarmasin, dan mengunjungi PT Samator Gas Industri.

Dia mengecek upaya pemenuhan kebutuhan oksigen untuk mendukung penanganan pasien COVID-19 di wilayah Kalimantan Selatan.

Ia berharap defisit pasokan oksigen sebanyak 12 ton per hari bisa segera diatasi.

"Defisit ini tergantung kondisi COVID-19, mudah-mudahan bisa terkendali, sehingga stok oksigen tercukupi dan bisa didistribusikan kembali untuk industri," katanya.

"Saya sangat mengapresiasi langkah dari Pemprov Kalsel, yang proaktif berusaha memenuhi oksigen di wilayah Kalsel, tetapi bertanggung jawab juga untuk pemenuhan oksigen untuk wilayah Kalteng," ia menambahkan.

Baca juga:
Pemerintah dapat hibah 20.102 vial obat COVID-19 dari Belanda
Menteri Kesehatan: Kebutuhan obat terapi COVID-19 meningkat