Madiun (ANTARA) - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan dukungan kepada Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang memperjuangkan agar kompetisi sepak bola Liga 1 dan 2 bisa bergulir.

APPI juga sudah mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo yang ditandatangani semua perwakilan pemain dari 18 klub peserta Liga 1.

"Sangat wajar kalau para pemain bola profesional menuntut agar kompetisi segera digelar. Kompetisi sepak bola di Tanah Air sudah vakum hampir 1,5 tahun. Artinya, para pemain tela kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah," ujar LaNyalla di sela masa reses di Madiun, Jawa Timur, Jumat.

Sebagai mantan Ketua PSSI, LaNyalla berharap pemerintah dapat mengakomodir keinginan para pesepakbola profesional tersebut, mengingat saat ini banyak pemain bola profesional yang kehidupannya memprihatinkan bahkan ada yang terpaksa menjalankan pekerjaan lain untuk bertahan hidup seperti menjadi satpam, pengemudi ojek daring hingga pedagang kaki lima.

"Ironisnya, di tengah banyaknya bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi, mereka ini seperti terlewat, tidak mendapat bantuan karena dipandang sebagai orang berpenghasilan layak," katanya.

Baca juga: Ketua DPD minta semua pihak hormati keputusan penundaan Liga 1 dan 2

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 terhenti pada pertengahan Maret 2020. Rencananya Liga 1 2021 akan bergulir mulai 9 Juli. Namun akhirnya ditunda ke Agustus karena pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Setelah PPKM diperpanjang hingga 2 Agustus nasib kompetisi belum juga ada kejelasan.

Menurut LaNyalla, kunci kepastian penyelenggaraan liga, selain faktor laju angka kasus COVID-19, juga lobi dari PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke BNPB sebagai Satgas Penanganan COVID-19 pusat dalam mempersiapkan kompetisi yang aman dari sisi kesehatan.

"Langkah para pemain dengan mengirim surat ke Presiden kita dukung. Ini merupakan salah satu jalan memperjuangkan nasib. Di sisi lain, PSSI dan Kemenpora juga perlu berjuang keras agar bisa meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa kompetisi sepak bola bisa digelar dengan aman," katanya.

Baca juga: APPI minta Presiden izinkan Liga 1 dan 2 bergulir
Baca juga: LaNyalla: Masyarakat merindukan Liga Indonesia


LaNyalla yakin, mereka relatif aman dari dampak virus corona. Sebab mayoritas pemain profesional di Indonesia sudah divaksin. Selain itu, klub juga memberikan panduan penerapan protokol kesehatan di lingkungan stadion maupun mess.

"Setahu saya para pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan telah berkali-kali melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan saat menjalani kompetisi. Seperti saat gelaran Piala Menpora beberapa waktu lalu, kemudian liga-liga di negara lain yang sudah berjalan juga pastinya menjadi acuan," tegasnya.

Ditambahkan LaNyalla, PSSI diharapkan mempersiapkan skenario terburuk jika pada akhirnya gelaran kompetisi tidak mendapat izin. Terpenting lagi, komunikasi dengan klub peserta liga harus berjalan baik, intens dan transparan.

"Kita tetap ingin kompetisi bisa digelar dengan aman dan nyaman. Kita tidak berharap sebaliknya. Tapi apapun keputusan nanti, perlu dikomunikasikan dengan baik kepada klub-klub peserta Liga," katanya.

Baca juga: LaNyalla apresiasi kesuksesan Eko Yuli sabet medali di empat Olimpiade
Baca juga: APPI: kami tak sekadar minta Liga 1 dan 2 berjalan
Baca juga: LIB belum ubah jadwal terbaru Liga 1 meski PPKM diperpanjang