Surabaya (ANTARA News) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Tenaga Kerja dan Kependudukan, guna mempermudah dan mempercepat proses pengiriman dan penerimaan data ketenagakerjaan di Jawa Timur.

Penyiapan aplikasi tersebut merupakan bagian dari kerja sama yang dilakukan Telkom Jatim dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim yang ditandatangani di Surabaya, Kamis.

Penandatanganan kerja sama dalam rangka program Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) itu dilakukan General Manager Divisi Enterprise Regional V Telkom Jatim, Suhendy Permana, dan Kepala Disnakertransduk Jatim, Hary Soegiri.

Bentuk kerja sama itu berupa dukungan penyediaan infrastruktur informasi teknologi, beserta aplikasi sistem informasi yang akan dibangun di seluruh kantor Disnakertransduk Jatim dan lembaga-lembaga swasta yang terkait dengan ketenagakerjaan.

Suhendy Permana mengemukakan Telkom akan memasang akses internet Speedy yang tersebar di 1.000 lokasi di Jatim.

Lokasi itu terdiri dari 20 unit di UPT Disnakertransduk, 838 unit di lembaga PJTKI, 66 unit di lembaga tenaga kerja swasta, 71 unit di lembaga pelaksana penempatan TKI swasta, dan lima unit lainnya di kantor bursa kerja khusus.

"Akses internet untuk mempermudah dan mempercepat proses pengiriman dan penerimaan data maupun laporan ketenagakerjaan. Fasilitas layanan itu juga dilengkapi aplikasi Sistem Informasi Tenaga Kerja, transmigrasi dan Kependudukan (Sisnakertransduk)," ujarnya.

Ia menambahkan Telkom akan memberi kemudahan, berupa penggratisan biaya untuk pasang baru akses Speedy, instalasi dan biaya modem ADSL di 1.000 lokasi tersebut.

Selain itu, Telkom juga memberikan diskon khusus untuk tarif berlangganan Speedy khusus program GPP itu, dengan paket layanan load unlimited 512 Kbps dan Familia Unlimited 1.024 Kbps.
(D010/B010)