Jakarta (ANTARA) - Uni Eropa, melalui kedutaan besar di Jakarta, memperkenalkan paket proposal "Fit for 55" di bawah Kesepakatan Hijau Eropa yang menargetkan benua tersebut menjadi kawasan yang netral iklim pada tahun 2050.

Dalam pengarahan media yang digelar dari Jakarta, Rabu, Duta Besar Uni Eropa (EU) untuk Indonesia, Vincent Piket, mengatakan bahwa proposal tersebut diluncurkan oleh Komisi Eropa, yang merupakan bagian eksekutif dari Uni Eropa, pada 14 Juli lalu.

“(Fit for 55) mencakup iklim, energi, penggunaan lahan, transportasi, perpajakan, semua elemen yang berkontribusi terhadap tujuan fundamental EU untuk memotong emisi gas rumah kaca, pertama sebanyak 55 persen pada tahun 2030, dibandingkan dengan level pada tahun 1990, dan tujuan dengan jangka yang lebih panjang untuk merealisasikan nol emisi karbon (net zero emission) pada 2050,” papar Dubes Vincent Piket.

Jika tujuan tersebut tercapai, maka Eropa akan menjadi benua netral iklim pertama di dunia.

Baca juga: Jika manfaatkan karbon biru, RI berpotensi jadi negara adidaya iklim

Dia menjelaskan bahwa paket tersebut berisi 13 proposal legislatif, di mana delapan peraturan yang telah berlaku lebih diperkuat lagi dan lima kebijakan baru diperkenalkan.

Paket ini juga mengarahkan agar Uni Eropa dapat mencapai target iklimnya pada tahun 2030 dengan cara yang adil, hemat biaya, dan kompetitif.

Selain itu, transisi menuju EU yang lebih hijau juga diharapkan untuk dapat menciptakan berbagai peluang, di mana paket itu juga mengusulkan berbagai cara untuk mendukung mereka yang rentan dengan mengatasi ketidaksetaraan dan kemiskinan energi.

Perombakan kebijakan tersebut selanjutnya akan membawa dampak terhadap kegiatan perdagangan internasional, sehingga EU perlu merancang mekanisme penyesuaian perbatasan karbon yang sejalan dengan peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan dengan kewajiban internasional lain yang dimiliki EU.

Baca juga: Penuhi tujuan iklim, dunia harus hilangkan 1 miliar ton CO2 pada 2025
Baca juga: Luhut: Indonesia - AS kerja sama capai nol emisi karbon