Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jambi merealisasikan rencana jangka pendek dan menengah untuk mengatasi lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah itu.

"Rencana jangka pendek dan menengah untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19 di Jambi tengah dilaksanakan, untuk Jangka pendek rumah sakit rujukan di Provinsi Jambi menambah kamar dan tempat tidur untuk isolasi," kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Rabu.

Selain menambah kamar dan tempat tidur untuk pasien COVID-19, seluruh rumah sakit rujukan pasien COVID-19 diinstruksikan untuk memastikan ketersediaan vitamin, obat-obatan dan oksigen untuk perawatan pasien di rumah sakit.

Meningkatnya jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut berdampak besar terhadap ketersediaan obat-obatan dan oksigen dalam proses perawatan.

Baca juga: Polisi Jambi rekayasa sosial tempat umum tekan penyebaran COVID-19

Baca juga: Realisasi penanganan COVID dan PEN di Jambi capai Rp3,9 triliun


Di Provinsi Jambi terdapat 16 rumah sakit pemerintah dan swasta yang ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan pasien COVID-19 yang tersebar di sebelas kabupaten dan kota. Dari 16 rumah sakit tersebut, tersedia 255 ruangan dengan jumlah tempat tidur sebanyak 774.

Saat ini tempat tidur yang masih tersedia sebanyak 252 tempat tidur, namun di beberapa rumah sakit ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19 hanya sedikit.

Seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hanafie Muaro Bungo yang tersedia empat tempat tidur. Begitu pula di Rumah Sakit Baiturahim yang tersedia empat tempat tidur. Bahkan di Rumah Sakit Prof DR HM Chatib Quzwein saat ini kekurangan tempat tidur.

"Langkah jangka pendek ini yang harus segera dilaksanakan. Untuk langkah jangka menengah, menjadikan eks Rumah Sakit Pertamina di Bajubang sebagai rumah sakit khusus COVID-19 dalam proses koordinasi," kata Al Haris.

Dijelaskan Al Haris rumah sakit eks Pertamina tersebut wewenang-nya berada di bawah SKK Migas, sehingga membutuhkan waktu untuk menjadikan rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit khusus pasien COVID-19.

Selain itu perlu pembangunan dan rehab terhadap beberapa bagian gedung rumah sakit untuk mendukung proses perawatan pasien COVID-19.*

Baca juga: Pemakaian tabung oksigen di Jambi meningkat

Baca juga: Rekor baru, 352 warga Jambi terkonfirmasi positif COVID-19