Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif asal Korea Selatan, Kia dikabarkan akan menghentikan produksi dari kendaraan Kia Stinger pada kuartal kedua di tahun 2022 dan akan berfokus pada kendaraan listrik.

Akhir pekan lalu, Kia dikabarkan telah merilis rencana produksi untuk semua pabriknya di Korea Selatan, termasuk Pabrik Sohari tempat Stinger dibangun. Perusahaan itu menyatakan bahwa mereka akan menghentikan produksi Stinger pada kuartal kedua 2022 dan mengubah jalur produksi untuk mulai membangun model listrik seperti Carnival Hybrid.

Dikutip dari CarsCoops pada Selasa, banyak yang meragukan bahwa Kia Stinger akan dihentikan selamanya. Kendaraan yang diluncurkan pada 2017 ini telah banyak memikat hati penggemarnya dengan jumlah penjualan yang sesuai dengan harapan Kia.

Kia baru saja meluncurkan generasi baru untuk Kia Stinger 2022, yang hadir dengan varian empat silinder 2.5 liter turbocharged yang menghasilkan 300 hp dan torsi 311 lb-ft (422 Nm) yang menggantikan 2.0 liter lama dan memiliki 45 hp dan 51 lb-ft (69 lb-ft). Nm) gerutuan ekstra.

Mereka yang menginginkan lebih banyak tenaga masih dapat membeli Stinger dengan mesin V6 twin-turbocharged 3,3 liter dengan tenaga 368 hp dan 376 lb-ft (510 Nm).

Sebuah edisi khusus Stinger dijuluki Scorpion diresmikan pada awal Juni dengan roda yang unik dan beberapa hiasan eksterior yang khas. Ada kemungkinan bahwa model Stinger edisi khusus lainnya akan diluncurkan ke pasar sebelum mobil tersebut dihentikan.

Baca juga: Ekspor kendaraan "hybrid" Hyundai dan Kia naik 45 persen

Baca juga: Dirjen Dukcapil dorong sistem insentif untuk kembangkan KIA

Baca juga: Penjualan Hyundai dan Kia di Eropa melonjak 40 persen pada semester I